Perancis Rusuh, Presiden Chirac Janji Pulihkan Keamanan

Perancis Rusuh, Presiden Chirac Janji Pulihkan Keamanan

- detikNews
Senin, 07 Nov 2005 15:28 WIB
Jakarta - Presiden Perancis Jacques Chirac berjanji akan memulihkan keamanan kota-kota di Perancis. Chirac menegaskan, akan menangkap para perusuh yang dinilainya telah melakukan aksi yang mengerikan. Chirac seperti yang dikutip Associated Press, Senin (7/11/2005) telah menekankan kepada aparatnya untuk kembali menegakkan aturan dan tata tertib serta keamanan Perancis untuk akan mengatasi kerusuhan meluas yang melanda sebagian komunitas Afrika dan Arab.Presiden Chirac menyatakan tekad itu setelah memimpin rapat khusus untuk membahas soal aksi kerusuhaan yang telah berjalan hingga malam ke-11 ini. Aksi tindak kekerasan seperti, pembakaran dan penjarahan akan menjadi perhatian pemerintah untuk mengambil langkah tegas.Aksi kerusuhan yang dipicu oleh tewasnya dua remaja muslim asal Afrika dan Arab oleh keganasan polisi Perancis mendapat sorotan dari sejumlah kalangan. Chirac mendapat tekanan karena dinilai gagal dan lalai untuk turun tangan secara segera dan terbuka mengatasi aksi itu.Aksi kerusuhan itu, bahkan telah menghancurkan sejumlah sejumlah kota di seluruh Perancis. Kerusahan makin tak terkendali hingga merembet ke Paris. Aksi rusuh massa ini juga mengakibatkan korban dari pihak aparat kepolisian sebanyak 10 orang.Perusuh diperkirakan membakar hampir 1.300 buah kendaraan dan lebih dari 300 orang ditahan di berbagai kota di Perancis, mulai dari Nice hingga Strasbourg di pinggiran Sungai Rhine.Perdana Menteri Perancis Dominique de Villepin dan Mendagri Nicolas Sarkozy termasuk menteri kabinet telah diundang Chirac untuk melakukan pembicaraan keamanan secara serius di istana kepresidenan di Paris. Biasanya pertemuan keamanan semacam ini biasanya tidak dipublikasikan, dan pengumuman pertemuan itu merupakan petunjuk betapa gawatnya situasi yang dihadapi saat ini.Seperti yang dikutip BBC, PM Dominique de Villepin mengundang polisi dan guru yang bekerja di kawasan-kawasan miskin untuk mengikuti pembicaraan. Sementara itu, Mendagri Nicolas Sarkozy Sabtu malam membesuk polisi di kawasan rusuh, Essonne dan Val-de-Marne di dekat Paris. Kerusuhan mulai pecah 27 Oktober setelah tewasnya dua pemuda muslim di kawasan miskin Clichy-sous-Bois di pinggiran Paris. Kedua orang itu tanpa sengaja tersengat arus listrik di sebuah gardu listrik. Kedua orang itu tersengat arus listrik ketika menghindari kejaran polisi. Namun informasi lainnya menerangkan, kedua remaja tewas setelah polisi sengaja membiarkan remaja itu tewas tersengat arus listrik.Kota Evreux, di Normadia, Perancis Utara menjadi ajang kerusuhan paling mengerikan pada Sabtu malam. Di sana 30 mobil dibakar bersama tiga toko. Sebuah sekolah juga diserang dengan bom bensin di kota itu, sedangkan tiga polisi cedera dalam bentrokan dengan kawanan pemuda, yang sebagian dikabarkan membawa pemukul baseball.Dalam insiden lain, sebuah restoran McDonald diseruduk mobil di di Corbeil-Essonnes di selatan Paris, dan kemudian terbakar rata. Selain itu, lima ruang kelas di sebuah taman kanak-kanak di Grigny, selatan Paris, hancur akibat kebakaran, sedangkan sebuah SD rusak ringan.Insiden lainnya adalah sebuah fasilitas daur ulang diserang di Essone, sehingga sekitar tumpukan kertas tebakar, dan 35 kendaraan terlalap api. Di Drancy, timur laut Paris, dua remaja tertangkap dan diserahkan ke polisi setelah mencoba membakar sebuah truk.      (mar/)


Berita Terkait