Perampok Aktivis Walhi yang Tewas di Medan Jual Laptop-HP

Ferdinan - detikNews
Kamis, 10 Okt 2019 12:38 WIB
Polisi Olah TKP Kasus Tewasnya Aktivis Walhi di Medan (Budi/detikcom)
Medan - Tiga orang ditetapkan sebagai tersangka kasus perampokan terkait meninggalnya aktivis Walhi Sumut, Golfrid Siregar karena kecelakaan di dekat underpass Titi Kuning, Jalan Tritura, Medan.

"Handphone dan laptop (korban) dijual dan dibagi-bagi (uang penjualannya)," ujar Pjs Kasat Reskrim Polrestabes Medan Kompol Eko Hartanto saat dimintai konfirmasi, Kamis (10/10/2019).

Ketiga tersangka ini disebut Eko adalah orang yang membantu membawa korban ke RS Mitra Sejati. Korban saat itu ditemukan terkapar di dekat underpass Titi Kuning, Medan, pada Kamis (3/10) dini hari.

"Mereka yang membawa ke rumah sakit, sama tukang becak jadi tersangka," sambungnya.





Sebelumnya, dari olah tempat kejadian perkara (TKP) pertama, ditemukan fakta laptop dan ponsel Golfrid Siregar hilang. Mulanya Golfrid dinyatakan meninggal pada Minggu (6/10) karena kecelakaan.

"Dari hasil olah TKP dan pemeriksaan saksi-saksi, itu laptop, dompet, sama handphone dia hilang," kata Kabid Humas Polda Sumut Kombes Tatan Dirsan Atmaja saat dimintai konfirmasi, Senin (7/10).

Usai olah TKP pertama, polisi menindaklanjuti dugaan kejanggalan pada kasus kecelakaan Golfrid Siregar hingga melakukan olah TKP kedua pada Rabu (9/10).

Sebelumnya, Kompol Eko menyebut tukang becak yang mengantar Golfrid merupakan orang pertama yang menemukan Golfrid terkapar di jalan.

Namun tukang becak itu tak sendirian. Dia dibantu dua orang lain yang ikut menggotong korban ke becak. Di RS Mitra Sejati, para pengantar menyerahkan korban ke perawat.

Tak lama kemudian, ada dua orang lainnya yang datang mengantarkan sepeda motor korban.

"Kami juga sudah identifikasi CCTV-nya memang betul. Korban diserahkan ke perawat. Ada beberapa barang (korban) yang hilang antara lain, tas berisi laptop, dompet, cincin, termasuk handphone korban," ujar Eko, Senin (7/10). (fdn/tor)