Bom Ikan untuk Rusuh Usai Aksi Mujahid 212 Dirakit di Rumah Abdul Basith

Bom Ikan untuk Rusuh Usai Aksi Mujahid 212 Dirakit di Rumah Abdul Basith

Samsudhuha Wildansyah - detikNews
Kamis, 10 Okt 2019 12:22 WIB
Sugiyono (kiri)-Nardi (kanan) (Samsuduha Wildansyah/detikcom)
Sugiyono (kiri)-Nardi (kanan) (Samsuduha Wildansyah/detikcom)
Jakarta - Sebanyak 29 buah bom ikan untuk rusuh di Aksi Mujahid 212 ditemukan di rumah dosen IPB Abdul Basith. Bom ikan itu rupanya dibuat oleh para perakit di rumah Abdul Basith.

Hal ini diungkap oleh tersangka Sugiyono. Sugiyono berperan membuat bom dan merekrut perakit bom, yang salah satunya Laode Nardi.

"Itu ngerakitnya di rumahnya Pak Basith, itu di lantai 2," kata Sugiyono dalam wawancara khusus dengan detikcom di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (10/10/2019).

Bom ikan ini dirakit oleh tersangka Sugiyono, Laode Nardi, Jaflan, Alwani, dan Laode Samiun. Proses pembuatan bom tersebut dilakukan mulai Kamis (26/9) hingga menjelang Jumat (27/9) dini hari.

"Itu dari jam 11.00 siang sampai tengah malam," imbuh Sugiyono.



Sugiyono mengaku diberi sejumlah uang oleh Abdul Basith dan Laksda (Purn) Sony Santoso untuk membeli peralatan membuat bom ikan.

"Saya dikasih Rp 1 juta sama Prof Basith dan Pak Sony kasih saya Rp 1 juta untuk transfer. Itu untuk bahan-bahannya banyak di kios-kios, kayak mi instan goreng, sabun pencuci pakaian, lada halus, dan gunakan korek kayu dan botol minuman energi, dan ada paku," tuturnya.

Menurut Sugiyono, bahan-bahan tersebut dibeli oleh orang suruhan Abdul Basith. Sedangkan Basith disebut-sebut mempersiapkan bensin.






Selanjutnya
Halaman
1 2