detikNews
2019/10/10 11:31:52 WIB

Antisipasi Serangan Siber, BSSN Bicara Pentingnya Regulasi

Zunita Putri - detikNews
Halaman 1 dari 2
Antisipasi Serangan Siber, BSSN Bicara Pentingnya Regulasi Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Hinsa Siburian. (Foto: Zunita/detikcom)
Jakarta - Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) bicara pentingnya antisipasi serangan siber di era digital. BSSN menyebut salah satu upayanya yakni melalui manajemen krisis siber sebagai langkah administratif dalam rangka pengambilan keputusan secara cepat.

"Semua potensi ancaman keamanan siber menjadi fokus utama dalam penyelenggaraan sistem elektronik karena serangan siber terjadi secara masif hingga dapat mengancam jiwa manusia, kestabilan ekonomi, bahkan kedaulatan negara. Untuk itu negara harus dapat mengantisipasi dan siap menghadapinya apabila benar-benar terjadi," kata Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Hinsa Siburian, dalam sambutannya di FGD 'Manajemen Krises Siber' di Hotel Grandkemang, Jalan Kemang Raya, Jakarta Selatan, Kamis (10/10/2019).



Namun, kata Hinsa, dalam pelaksanaannya manajemen krisis siber, perwujudan keputusan cepat belum bisa dilaksanakan secara real time.

"Disadari atau tidak disadari oleh kita bahwasanya respons dalam wujud keputusan cepat dan tepat terhadap kemungkinan risiko maupun kerusakan justru belum bisa dilaksanakan secara real time," tuturnya.

Hinsa kemudian bicara soal hasil penelitian yang menunjukkan perkiraan ekonomi berbasis internet di Asia Tenggara. Dia membeberkan, perputaran ekonomi digital di tahun 2019 mencapai US$ 100 miliar atau Rp 1.418 triliun.

"Jumlah tersebut sebesar 40 persen atau senilai US$ 45 miliar berasal dari Indonesia," terangnya.



Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com