detikNews
2019/10/10 10:45:40 WIB

Tersangka Perancang Rusuh Diminta Antar Bom ke Seseorang di Petamburan

Samsudhuha Wildansyah - detikNews
Halaman 1 dari 1
Tersangka Perancang Rusuh Diminta Antar Bom ke Seseorang di Petamburan Sugiyono (kiri) (Samsuduha Wildansyah/detikcom)
Jakarta - Sugiyono, salah satu tersangka perencanaan ricuh di Aksi Mujahid 212, berperan merekrut para perakit bom. Sugiyono mendatangkan sejumlah saudaranya dari Ambon yang kemudian merakit bom ikan.

Dalam wawancara khusus dengan detikcom di Polda Metro Jaya, Rabu (9/10/2019) malam, Sugiyono menyebutkan ada 3 orang yang membuat bom ikan. Setelah bom ikan itu jadi, Sugiyono kemudian diminta mengantarkan bom tersebut kepada seseorang yang disebut 'ustaz' di Petamburan, Jakarta Pusat.

"Dari awal belum tahu apa tujuannya itu saya belum tahu tujuan mereka. Di saat saya udah tahu, saya disuruh mengantarkan barang tersebut, makanya saya menolak. Diminta diantarkan ke Ustaz Yudi, yang tempatnya di Petamburan, Tanah Abang," kata Sugiyono.

Sugiyono tidak mengetahui persis sosok yang disebutnya sebagai 'Ustaz Yudi' ini. Namun dia hanya menyebutkan Ustaz Yudi ini adalah orangnya dosen IPB Abdul Basith, yang juga menjadi tersangka dalam kasus ini.

"Itu orangnya Pak Basith. Mereka sebagai eksekusinya sama Pak Toto itu, karena mereka lebih tahu jelas lokasinya di mana," imbuhnya.
Sugiyono juga sempat diajak ke rumah Laksda (Purna) Sony Santoso di Tangerang. Di sana, ada sejumlah orang yang membahas masalah demo.

"Setelah saya diajak ke tempat Pak Sony di Tangerang, saya nggak tahu diajak untuk apa. Setelah ketemu untuk membahas masalah demo lagi," katanya.

Sugiyono dan 3 tersangka eksekutor kemudian membawa 29 bom tersebut ke rumah Abdul Basith. Bom itu disimpan di rumah Abdul Basith.

"Sampai di sana saya diperintahkan itu peledaknya bawa, ditaruh di botol mineral dan jangan sampai ketahuan. Itu pada malam Sabtu saya disuruh nganter di posisi di dus itu, saya disuruh misahin taruh di (dus) air mineral gitu dan disuruh diselipin di tengah," bebernya.
Sugiyono menyebutkan bom itu dipersiapkan untuk Aksi Mujahid 212.

"Saya tahunya untuk tanggal 28 September," tandasnya.

Sugiyono kemudian mengaku disuruh mengantarkan bom itu ke Tanah Abang. Namun Sugoyono menolak.

"Posisi saya saat itu mau langsung pulang dan saat mau pulang langsung ditangkap gitu," tandas Sugiyono.


(mei/fjp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com