Menhan: Papua Bagian NKRI, Tidak Perlu Diperdebatkan Lagi

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Kamis, 10 Okt 2019 10:34 WIB
Foto: Menhan Ryamizard di Jayapura (Rolando-detikcom)


Menurut Ryamizard, Indonesia telah selesai dengan dasar negara. Dia mengajak masyarakat Papua untuk memperkuat pesatuan untuk menyongsong masa depan dengan penuh harapan agar bangsa Indonesia tetap maju.

"Kita sudah selesai kalau bicara fondasi bangsa, falsafah bangsa dan NKRI. Sekarang saatnya kita berpikir ke depan. Mari kita rapatkan barisan dan perkuat persatuan serta menatap masa depan yang penuh harapan dalam berkompetisi dengan bangsa-bangsa lain di dunia supaya bangsa ini tetap maju, bangsa ini tetap ada sepanjang zaman," ucapnya.

Dalam era globalisasi, ini Ryamizard juga mengingatkan untuk memperkuat identitas bangsa. Dia menilai tidak ada pilihan lain bahwa bangsa Indonesia harus jadi pemenang.



"Dalam persaingan era globalisasi baru saat ini, yang kuat identitas dan persatuan nasionalnya akan keluar jadi pemenang, sementara yang kalah akan jadi pecundang dan akan terus dieksploitir kekayaan alarmnya. Jadi tidak ada pilihan lagi bangsa Indonesia harus kuat dan menjadi pemenang," terang Ryamizard.

Ryamizard mencontohkan hewan semut sebagai suatu kekuatan persatuan. Nilai-nilai yang ditunjukkan semut, menurut dia sebagai bentuk dari bela negara.

"Oleh karenanya Persatuan nasional itu menjadi sangat penting. Mengapa semut bisa mengalahkan gajah? Karena semut itu memiliki etos budaya persatuan yang sangat tinggi, mereka tidak pernah bicara tentang dirinya, mereka selalu bersatu dan gotong royong dalam menyelesaikan setiap permasalahan, mereka saling menghormati satu sama lain dan ketika mereka bersatu mereka kuat sekali, itulah bela negara," imbuhnya.


Simak Video "Mahasiswa Papua Se-Jabodetabek Gaungkan Pesan Damai di TMII"

[Gambas:Video 20detik]

Halaman

(rvk/rvk)