detikNews
2019/10/10 00:29:26 WIB

YLBHI dan Pemerhati ODGJ Somasi Dirut BPJS Kesehatan terkait Postingan 'Joker'

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
Halaman 2 dari 2
YLBHI dan Pemerhati ODGJ Somasi Dirut BPJS Kesehatan terkait Postingan Joker Postingan BPJS Kesehatan yang mengaitkan ODGJ dengan Joker (Foto: Dok. YLBHI)


Karena itu, YLBHI dkk pun meminta BPJS Kesehatan untuk mencabut postingan dan pernyataannya tersebut. Mereka juga menuntut Direktur BPJS Kesehatan untuk menyampaikan permohonan maaf terkait postingannya tersebut ke media massa.

"Menyampaikan permohonan maaf terkait postingannya tersebut melalui 5 (lima) media massa televisi nasional, 5 (lima) media massa cetak nasional, 5 (lima) media massa berbasis jaringan internet nasional, dan di halaman media-media sosial BPJS; yang isinya sebagai berikut: 'Kami, Direktur Utama BPJS dan Jajaran eksekutif BPJS menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas kesalahan dan kelalaian kami dalam menyampaikan pesan layanan masyarakat terkait pelayanan BPJS. Kami tidak bermaksud menyatakan ODGJ / PDM adalah seperti tokoh fiksi Joker dan atau serta merta kriminal. ODGJ/PDM adalah masyarakat, manusia Indonesia seutuhnya, yang hidup secara bersama tanpa ada perbedaan dan pembedaan. Dengan ini kami berjanji kepada masyarakat Indonesia menjalankan bentuk pelayanan kepada masyarakat tanpa stigma dan penuh dedikasi untuk menuju masyarakat Indonesia yang adil dan beradab'," bunyi somasi tersebut.



YLBHI dkk pun memberi tenggat waktu kepada Direktur BPJS Kesehatan 6x24 jam untuk menyampaikan permohonan maaf. Jika tidak, maka YLBHI dkk akan mengajukan upaya-upaya hukum.

"Bahwa apabila dalam tenggang waktu tersebut di atas, tidak ada itikad baik dari Direktur Utama BPJS dan Jajaran Eksekutif untuk melaksanakan somasi ini, kami akan mengajukan upaya-upaya hukum, antara lain Gugatan Warga Negara (citizen law suit) terhadap Direktur Utama BPJS Republik Indonesia, dan pihak-pihak lain yang di anggap bertanggung-jawab secara hukum pada Pengadilan Negeri setempat, pelaporan tindak pidana, serta melakukan tindakan hukum lainnya yang dianggap perlu," lanjutnya.

Saat dilihat detikcom, iklan yang sempat ditayangkan di Facebook dan Instagram BPJS Kesehatan itu sudah hilang. Tampak tulisan yang muncul 'tautan yang anda ikuti mungkin telah rusak, atau halaman telah dihapus'. detikcom juga telah mencoba menghubungi Dirut BPJS Kesehatan Fahmi Idris terkait postingan tersebut namun belum mendapatkan jawaban.
(mae/idh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com