Baca Pleidoi, Abdul Gani Ngabalin Alias Cobra Hercules Singgung Punya 2 Istri

Baca Pleidoi, Abdul Gani Ngabalin Alias Cobra Hercules Singgung Punya 2 Istri

Yulida Medistiara - detikNews
Rabu, 09 Okt 2019 21:49 WIB
Abdul Gani Ngabalian alias Cobra Hercules di PN Jaksel. (Yulida/detikcom)
Abdul Gani Ngabalian alias Cobra Hercules di PN Jaksel. (Yulida/detikcom)
Jakarta - Sidang Abdul Gani Ngabalin alias Cobra Hercules terkait kasus dugaan penyebaran ujaran kebencian kembali berlanjut. Abdul Gani menyinggung tanggung jawabnya memiliki dua istri saat membacakan pleidoi.

"Pertama, tanggung jawab saya. Saya memiliki dua orang istri dua orang anak pria dan wanita. Yang wanita lagi di pesantren, sekarang sudah berusia 17 tahun," kata Abdul Gani di Pengadilan Negeri Jaksel, Jalan Ampera Raya, Jakarta Selatan, Rabu (9/10/2019).

Sementara anak laki-lakinya masih berusia 8 tahun dan bersekolah di sekolah sepak bola. Selain itu, Abdul Gani mengaku memiliki sekitar 400 anak asuh yatim piatu di salah satu pondok pesantren kawasan puncak, Bogor, Jawa Barat.

"Saya tambahkan saya mengurus dan menjaga anak-anak yang saya cintai tersebut, anak-anak yatim piatu tidak ada satu pun uluran tangan, baik dari pemprov dan pemda maupun usaha. Semua ini murni adalah tanggung jawab saya dan untuk memberikan rezeki kepada anak-anak saya," kata Abdul Gani.

Sementara itu, terkait kasusnya, Abdul Gani mengaku pasrah dan berserah diri pada tuhan. Dia mengaku tidak mendendam pada pihak yang memperkarakan kasusnya.

"Saya menjalani ini semua dengan tulus dan ikhlas tanpa ada sedikit pun rasa benci dan dendam atau sakit hati kepada pihak manapun karena saya yakin semua ini adalah ujian dari Allah SWT," ujarnya.


Pengacara Abdul Gani, Abdullah Alkatiri, mengatakan, berdasarkan keterangan saksi dalam sidang sebelumnya, tidak ada yang menerangkan kliennya menyebarkan ujaran kebencian. Justru, menurutnya, barang bukti video didapatkan dari akun milik orang lain, bukan milik terdakwa.

"Saksi Khairul Anwar mengakui mendapatkan video tersebut dari laptop yang tidak dijadikan barang bukti. Tiga video tersebut berasal dari flash disk milik saksi pelapor yang di-posting oleh orang akun orang lain bukan dari akun milik terdakwa. Oleh karena itu unsur dengan sengaja dan tanpa hak tidak terbukti," kata Alkatiri.

Selanjutnya
Halaman
1 2