detikNews
Rabu 09 Oktober 2019, 16:14 WIB

Buka Rapat Pimpinan KPI, JK Ingatkan soal Independensi

Muhammad Fida Ul Haq - detikNews
Buka Rapat Pimpinan KPI, JK Ingatkan soal Independensi Wapres JK membuka rapat pimpinan KPI. (Fida/detikcom)
Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengingatkan pimpinan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) dalam menjaga kredibilitas. JK mengatakan kredibilitas pimpinan KPI harus ditunjukkan melalui sikap independensi.

"Kredibilitas Anda adalah independen. Itulah modal pengawas. Begitu tidak ada independensi, orang tidak akan ikut," kata JK membuka rapat pimpinan KPI di Kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (9/10/2019).

JK menilai kebebasan pers di Indonesia sangat tinggi. Kebebasan pers tersebut, menurut JK, harus tetap diawasi.


"Perkembangan itu tentu harus ada norma dan batasan agar jangan kita menjadi korban kebebasan pers, berpendapat yang tidak punya norma dan aturan," ucapnya.

JK menuturkan KPI perlu objektif dalam menjalankan tugas. Dia menilai harus ada aturan yang baik dalam menjaga kualitas media di Indonesia.

"Jadi objektivitas perlu, tapi perlu juga norma dan etika kebangsaan kita," tuturnya.

Sementara itu, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara mengatakan posisi KPI saat ini dalam kondisi tak berdaya. Namun dia meminta KPI fokus dalam tugasnya, yaitu melakukan pengawasan.


"Fokus pada utamanya pengawasan, itu saja dulu. Jangan ke mana-mana. Juga menyiapkan revisi UU Penyiaran," jelasnya.

Ketua KPI Agung Suprio mengatakan pihaknya akan terus mendorong revisi UU Penyiaran. Menurutnya, revisi UU tersebut dibutuhkan untuk menguatkan peran KPI.

"UU kita dibuat 2002, kita butuh aturan lanskap yang baru. Yang memperkuat KPI pusat dan daerah. Kami juga butuh rancangan UU atau UU baru yg dapat mengakomodasi KPI untuk mengatur lembaga penyiaran," tuturnya.
(fdu/aan)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com