detikNews
2019/10/09 11:35:51 WIB

Dinkes Bekasi Imbau Apotek-Puskesmas Setop Penjualan Ranitidin

Isal Mawardi - detikNews
Halaman 1 dari 1
Dinkes Bekasi Imbau Apotek-Puskesmas Setop Penjualan Ranitidin Foto: Ilustrasi obat (iStock)
Bekasi - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memerintahkan penarikan obat asam lambung mengandung ranitidin. Menindak lanjuti perintah BPOM ini, Dinkes Bekasi mengimbau apotek dan puskesmas untuk menyetop penjualan ranitidin.

"Secara organisasi, kami punya organisasi apoteker yang kita briefing untuk segera menarik produk-produk itu, ranitidin dari penjualan, jadi untuk segera disimpan dulu. Tidak boleh dijual lagi, sampai ada petunjuk dari badan POM," ujar Kabid Sumber Daya Kesehatan Karmendriyarus, saat dihubungi detikcom, Rabu (9/10/2019).

Hal itu sebutnya sebagai langkah antisipasi dini. Penarikan akan dilakukan di sejumlah apotek dan puskesmas.

"Ya mereka akan mengembalikan kepada distributornya, dari distributor itu akan ada penarikan besar-besaran secara nasional," ujarnya.



Saat ini pihaknya masih menunggu surat edaran resmi dari BPOM. Jika sudah ada surat resmi, Dinkes Bekasi akan mengeluarkan surat edaran ke seluruh puskesmas, apotek dan instansi kesehatan lainnya untuk melarang peredaran ranitidin.

"Kami menunggu surat edaran dari badan POM yang akan kami gunakan sebagai dasar hukum untuk penertiban di wilayah, jadi kami tidak bisa melakukan penertiban atau clearing berdasarkan pemberitaan," ujarnya.

Seperti diketahui, BPOM mengeluarkan larangan obat perederan obat asam lambung yang mengandung ranitidin. Obat ini tercemar N-Nitrosodimethylamine (NDMA) yang dikaitkan dengan risiko kanker.

"Berdasarkan nilai ambang batas cemaran NDMA yang diperbolehkan, Badan POM memerintahkan kepada Industri Farmasi pemegang izin edar produk tersebut untuk melakukan penghentian produksi dan distribusi serta melakukan penarikan kembali (recall) seluruh bets produk dari peredaran (terlampir)," tulis BPOM dalam penjelasannya tertanggal 4 Oktober 2019.





Berisiko Picu Kanker, BPOM Setop Penggunaan Obat Mag Ranitidin:

[Gambas:Video 20detik]




(isa/mea)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com