detikNews
Rabu 09 Oktober 2019, 07:50 WIB

Round-Up

Semangat Toleransi di Balik Mundurnya Pelantikan Jokowi

Tim detikcom - detikNews
Semangat Toleransi di Balik Mundurnya Pelantikan Jokowi Pigura Foto presiden-wapres terpilih Jokowi dan Ma'ruf Amin. Keduanya akan dilantik 20 Oktober 2019. (Foto: ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)
Jakarta - Ada yang berbeda dari pelantikan presiden-wakil presiden 2019-2024. Jika biasanya pelantikan berlangsung pagi hari, kali ini acaranya digeser ke sore hari.

Pelantikan Joko Widodo dan Ma'ruf Amin menjadi Presiden dan Wakil Presiden 2019-2024 tetap akan digelar pada 20 Oktober 2019 yang jatuh pada hari Minggu. Pada tahun 2014 lalu, pelantikan presiden dimulai pada pukul 10.00 WIB sementara tahun ini, acara baru dimulai pada pukul 16.00 WIB.



Alasan pergeseran waktu ini tak lepas dari semangat toleransi. Pelantikan tak dilakukan Minggu pagi agar umat Kristen dan Katolik dapat beribadah terlebih dahulu.

"Saya pastikan tanggal 20 Oktober. Kenapa diundur dari jam 10.00 WIB menjadi jam 16.00 WIB, karena kita ingin agar saudara-saudara kita memberi kesempatan bisa beribadah paginya," kata Ketua MPR, Bambang Soesatyo (Bamsoet) di rumah dinasnya, Jl Widya Chandra, Jakarta Selatan, Selasa (8/10/2019).

Bambang Soesatyo / Ketua MPR Bambang Soesatyo / Foto: Lamhot Aritonang


Alasan lain, MPR tidak mau mengganggu masyarakat yang berolahraga di car free day. Sebab, nantinya akan ada penutupan jalan protokol untuk dilewati tamu-tamu negara.

"Kita tidak ingin mengganggu masyarakat yang ingin car free day di jalan utama karena semula rencananya ada penutupan jalan karena ada tamu-tamu kepala negara sahabat yang hadir, perdana menteri, presiden, raja, itu akan hadir pada saat pelantikan. Jadi kalau pagi, maka akan mengganggu masyarakat kita yang olahraga," ujar Bamsoet.

Pelantikan Dihadiri Kepala Negara Sahabat

Pelantikan Jokowi sebagai presiden periode kedua ini akan kembali dihadiri kepala negara sahabat. Hingga saat ini, pemimpin negara yang sudah memastikan hadir dalam pelantikan Jokowi adalah Perdana Menteri Australia Scott Morrison dan Wapres China Wang Qishan. Amerika Serikat juga berencana mengirimkan perwakilan.



Seperti dilaporkan The Sydney Morning Herald, Senin (7/10/2019), Scott Morrison akan menghabiskan waktu dua hari di Jakarta, ibu kota Indonesia, untuk menghadiri pelantikan kedua Jokowi. Kedatangannya nanti jadi kunjungan keduanya dalam waktu satu tahun ini.

Kunjungan Morrison melanjutkan tradisi diplomatik para PM Australia yang secara rutin mendatangi pelantikan presiden Indonesia.

Scott Morrison dan Jokowi / Scott Morrison dan Jokowi / Foto: Potret Keakraban Jokowi-PM Australia di Bogor (dok. Biro Setpres)


Diminta Tak Ada Demo

MPR berharap tak ada demo saat pelantikan Jokowi nanti. Kehadiran kepala negara sahabat ini menjadi salah satu alasannya.

"Kami juga mengundang kepala negara untuk hadir menyaksikan dan mengikuti pelantikan presiden. Jadi kalau adik-adik mahasiswa demo besar-besaran, kurang elok bagi bangsa kita. Kita utamakan nama baik bangsa," kata Bamsoet.



MPR sendiri berharap pelantikan presiden-wakil presiden terpilih berlangsung lancar. Acara pelantikan tersebut sedianya akan digelar pada 20 Oktober mendatang.

"Ya harapannya berjalan lancar khidmat karena ini sekaligus juga membawa nama bangsa di tingkat dunia. Jadi ini akan juga menentukan bagi masa depan ekonomi kita," harap Bamsoet.

"Kalau pelantikannya berlangsung khidmat, kemudian dapat dukungan seluruh rakyat juga, kita harapkan investor dan pengusaha-pengusaha luar negeri akan masuk ke Indonesia dengan tidak was-was. Jadi penting ini," imbuhnya.
(imk/dkp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com