Awalnya, Ade bercerita tentang kondisi sampah yang berserakan di wilayah sekitar Pakansari. Padahal di lokasi tersebut sudah disediakan tempat sampah yang menurutnya cukup.
"Kami juga sudah upaya menambah tempat sampah. Contoh deh lihat di arah Pakansari. Sudah kami sediakan tempat sampah di atas. Tetap nggak mau dibuka, tetap ditaruh ke bawah, ke tanah. Padahal, ketika saya lihat, lo masih kosong (tempat sampahnya). Ini terbuat dari apa otaknya, saya bingung jadinya," kata Ade setelah meninjau Sungai Cileungsi, Bogor, Jawa Barat, Selasa (8/10/2019).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ade menyebut masih banyak sampah berserakan di pinggir hingga tengah jalan di wilayah Cibinong. Saking gemasnya, Ade mempertanyakan di mana otak orang-orang yang membuang sampah sembarangan itu.
"Contohnya di Cibinong saja, banyak sampah berserakan di pinggir-pinggir jalan, di tengah jalan. Saya perintahkan, Pak, taruh di situ tempat sampah di sepanjang jalur antara Pakansari dengan Bappeda itu, paling berapa meter. Pas saya lewat, kok masih ada sampah di bawah tempat sampah. Penasaran saya pengin tahu. Begitu saya turun, tempat sampahnya kosong tapi di bawah tempat sampahnya itu ada banyak sampah. Saya bilang ini orang otaknya di mana. Sudah ditaruh tempat sampah tapi sampahnya masih ditaruh di bawah tempat pembuangan sampah," ucap Ade.
Dia mengatakan sudah melakukan program Jumat bersih hingga tangkap tangan pembuang sampah dan kemudian dihukum denda. Meski demikian, dendanya masih rendah.
"Ketahuan, padahal kalau orang yang punya rumah makan minimal kan dia sekolah, dia punya duit buat buka usaha. Tapi otaknya masih kurang waras juga gitu, masih buang sampah limbah restorannya ke sembarang tempat. Itu juga kena OTT cepat viral. Ini jadi pelajaran supaya membuat jera. Saya nggak mau buat susah tapi bikin jera," ujarnya.
Selain itu, dia mengeluhkan masyarakat yang masih membuang sampah ke perairan Kalibaru, padahal saat ini pemerintah tengah berupaya membersihkan sungai itu. Dia meminta tolong kepada warga tidak lagi membuang sampah ke sungai.
"Sudah mulai dibersihkan Pak Camat. Sudah saya perintahkan untuk membersihkan Kalibaru. Dikerahkan semua pihak dan sudah ada pergerakan memang dan sudah berapa kali dibersihkan. Tetapi itu dia, kesadaran masyarakat yang belum juga ada. Saya mengimbau kepada masyarakat, tolonglah, ketika kita berusaha membersihkan sungai, memungut sampah, jangan dibuang-buang lagi ke situ," tuturnya.
Ade mengatakan Pemkab Bogor kini sudah menyurati Pemprov DKI untuk meminta bantuan pembersihan sampah di Kalibaru. Menurutnya, pengiriman surat itu berawal dari curhat dirinya ke Ibu Negara Iriana saat program Indonesia Bersih.
Tumpukan sampah di Kalibaru (Sachril Agustin Berutu/detikcom) |
"Ya, saya sih sebetulnya itu curhatan saya ketika Indonesia Bersih dengan Ibu Iriana. Bahwa tanggung jawab sungai jangan hanya Kabupaten Bogor karena sungai mengalir ke Jakarta. Saya bilang begitu. Ini akhirnya memancing beliau juga untuk, 'Ya kalau butuh bantuan kami, Bogor kirim surat,'" tutur Ade.
Saat ini, kata Ade, pihaknya tengah mempersiapkan dokumen lebih lengkap berupa proposal agar bantuan yang diberikan tepat sasaran. Dia mengatakan pihaknya juga butuh bantuan dana dari Pemprov DKI.
"Ya kami sedang siapkan dokumennya, proposalnya, agar tetap sasaran. Jangan hanya dibaca, tetapi ketika dibaca, ini benar-benar program yang harus diperkuat. Tentunya dibutuhkan dana, bantuan dana dari pemerintah DKI," ujarnya.
Bukan cuma soal sampah yang berserakan, Ade juga mengatakan saat ini Pemkab Bogor sedang berupaya menangani pencemaran di Sungai Cileungsi. Menurutnya, sejumlah perusahaan yang melakukan pencemaran di sepanjang Sungai Cileungsi sudah ditindak.
Halaman 2 dari 2












































Tumpukan sampah di Kalibaru (Sachril Agustin Berutu/detikcom)