Nyaris Semua Setuju Kaburnya Al Farouq Mengherankan
Minggu, 06 Nov 2005 21:42 WIB
Jakarta - Pangkalan udara Bagram adalah salah satu benteng penjara militer yang paling hebat di dunia. Terletak di bayangan Hindu Kush sekitar 30 mil utara Kabul, tempat itu menahan ratusan tersangka jihad yang dikitari tiga ring keamanan yang ketat plus dikelilingi oleh tentara AS dan Afghan.Untuk masuk dan keluar Bagram, seseorang harus melewati beton-beton yang membingungkan dan jeruji-jeruji penghalang yang selalu diawasi ketat lewat pos-pos pengawas bertingkat. Para tahanan, berpakaian setelan oranye, ditempatkan di ruang-ruang berjeruji di tengah gudang tua, seperti Hannibal Lecter dalam film Silence of the Lambs.Gudang itu dikelilingi jeruji yang tajam, berpagar-pagar, dan akhirnya pos-pos pengawas. Demikian dilansir majalah Newsweek edisi 14 November 2005.Pada 11 Juli 2005 subuh, aparat AS menyatakan, empat dari para tahanan berpakaian mencolok itu berhasil menembus tiga lingkaran penjagaan dan menyelinap melalui tanah lapang beranjau era Soviet sebelah luar pangkalan, yang satu di antaranya sengaja diaktifkan. Kemudian Al Farouq dkk itu hilang dalam kegelapan.Hampir semua orang setuju, itu adalah prestasi yang sulit dicapai yang mengherankan. "Bila itu sungguh terjadi seperti yang dilaporkan, itu adalah pelarian besar semenjak Perang Dunia II dan seperti latihan Outward Bound," kata seorang analis pertahanan AS yang akrab dengan operasi penahanan yang tidak mau disebut namanya.Apa yang terjadi di Bagram pada Juli lalu? Tidak ada seorang pun yang tahu, atau setidaknya mereka yang tahu ogah ngomong. Namun pada saat yang bersamaan ketika kebijakan penahanan AS dalam operasi perang melawan terorisme dikecam, kaburnya Farouq cs menimbulkan pertanyaan-pertanyaan baru tentang apakah sistem dengan sedikit transparansi, akuntabilitas dan pengawasan masih bisa diteruskan.Bagram adalah buku terbuka dibandingkan dengan fasilitas rahasia serupa di seluruh dunia yang dikendalikan CIA yang tidak diketahui publik. Belasan hingga 100 tahanan yang ditahan di penjara-penjara itu tidak punya prospek untuk dilepaskan.Jubir Pentagon Bryan Whitman menyatakan pada Newsweek bahwa dia tidak memiliki otoritas untuk memberikan detail kaburnya Farouq cs itu. "Itu adalah fasilitas lapangan. Itu bukan Rikers (penjara Pulau Rikers). Ini bukan untuk pertama kalinya tahanan kabur dari fasilitas militer di Afghanistan seperti halnya di Irak," ungkapnya.Namun sejumlah orang Afghan tampaknya percaya kabur dari Bagram mungkin saja. Dan hal itu melahirkan rumor tentang insiden 11 Juli itu. Berdasarkan seorang tersangka komandan Taliban yang diwawancarai Newsweek pada minggu lalu, Farouq cs sesungguhnya ditukarkan secara rahasia dengan tentara operasi khusus AS yang tertangkap. Namun buru-buru Jubir Pentagon, Bryan Whitman, menyanggahnya. "Itu sungguh absurd dan sungguh tidak benar," tandasnya.Aparat AS percaya bahwa Farouq dkk tampaknya mendapatkan bantuan dari dalam, mungkin dari warga lokal yang bekerja di pangkalan Bagram. Tapi semuanya masih misterius, segelap sosok Al Farouq.Gambar:Al Farouq kini (Newsweek)
(nrl/)











































