Wajah Al Farouq Kini
Minggu, 06 Nov 2005 19:26 WIB
Jakarta - Sungguh sulit mendapatkan gambar Omar Al Farouq, warga negara Kuwait yang dibekuk di Bogor dan diserahkan aparat Indonesia pada AS pada 2002. Pria yang menikahi menikahi seorang WNI bernama Mira Agustini benar-benar misterius.Foto Farouq selama ini yang muncul di media massa hanya ada dua versi, yang keduanya sama-sama buram. Versi pertama adalah pas foto berwarnanya dengan stempel di sisinya. Foto itu tertempel di paspornya. Surat nikahnya dengan Mira juga bergambar sama. Foto kedua adalah Farouq mengenakan kaos dan berpose setengah badan. Bagaimana penampilan Farouq saat ini, setelah ditahan AS di penjara berkeamanan maksimum di Bagram, Afghanistan? Berdasarkan foto yang dilansir majalah Newsweek terbaru edisi 14 November yang bisa dinikmati di internet, Farouq benar-benar berbeda jika dibandingkan dua foto suramnya yang selama ini dikenal. Cambangnya lebat. Kepalanya agak pelontos.Majalah itu menampilkan empat foto. Angkatan Darat AS yang merilisnya. Foto itu tidak disertai nama. Namun Newsweek menyebut foto Al Farouq adalah bagian bawah kiri. Sedangkan tiga rekannya sesama pelarian adalah pria asal Arab Saudi, Libya dan Syria. Saat difoto, keempatnya mengenakan pakaian tahanan berwarna oranye yang mencolok.Foto-foto itu disebar pada 11 Juli 2005, setelah keempatnya diketahui kabur dari Bagram. Kabar ini baru mendapat santapan lezat jurnalis ketika sidang dengan terdakwa tentara AS yang berdinas di Bagram digelar pada 2 November 2005 di Amrik sono. Tentara itu disidang karena melakukan tindak kekerasan di Bagram.Nah, salah satu saksi tindak kekerasan tentara itu adalah Omar Al Farouq, tahanan Bagram. Mestinya Farouq hadir sebagai saksi. Tapi dia tidak bisa dimunculkan karena ternyata sudah kabur sejak 10 Juli 2005.Pada 18 Oktober 2005, sebenarnya media massa asing sudah merilis kaburnya Farouq dkk. Berita pada tanggal itu berkisar tentang video yang dikirimkan ke televisi Al Arabiya yang berbasis di Dubai. Di situ dijelaskan bahwa keempatnya akan meneruskan jihadnya bersama Taliban.Tapi berita tanggal 18 Oktober ini rupanya kalah booming dibandingkan berita tanggal 2 November. Dari Tanah Air, pemerintah menyesalkan sikap diam AS yang tidak membagi informasi tentang kaburnya Farouq. Indonesia merasa berkepentingan karena dia dibekuk di Indonesia. Indonesia dulu berusaha mati-matian menghadirkan Farouq dalam sidang Abu Bakar Ba'asyir karena Farouq menyebut Ba'asyir adalah bos Jamaah Islamiyah di Asia Tenggara, sedangkan Ba'asyir mengaku tak mengenal Farouq. Tapi permintaan ini ditolak mentah-mentah oleh AS.Gambar:Foto empat pelarian, Omar Al Farouq bawah kiri (Sumber: Newsweek).
(nrl/)











































