Tanggalnya Tetap, Inaugurasi Jokowi Diundur Jadi Minggu Sore

Yulida Medistiara - detikNews
Selasa, 08 Okt 2019 17:37 WIB
Bambang Soesatyo (Bamsoet) (M Zhacky/detikcom)
Jakarta - Ketua MPR Bambang Soesatyo mengatakan pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih periode 2019-2024, Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin, akan digelar pada 20 Oktober 2019. Namun pelantikan yang awalnya dijadwalkan pada pagi hari diundur menjadi sore hari.

"Saya pastikan tanggal 20 Oktober. Kenapa diundur dari jam 10.00 WIB menjadi jam 16.00 WIB, karena kita ingin agar saudara-saudara kita memberi kesempatan bisa beribadah paginya," kata Bamsoet di rumah dinasnya, Jl Widya Chandra, Jakarta Selatan, Selasa (8/10/2019).


Alasan lain, MPR tidak mau mengganggu masyarakat yang berolahraga di car free day. Sebab, nantinya akan ada penutupan jalan protokol untuk dilewati tamu-tamu negara.

"Kita tidak ingin mengganggu masyarakat yang ingin car free day di jalan utama karena semula rencananya ada penutupan jalan karena ada tamu-tamu kepala negara sahabat yang hadir, perdana menteri, presiden, raja, itu akan hadir pada saat pelantikan. Jadi kalau pagi, maka akan mengganggu masyarakat kita yang olahraga," ujar Bamsoet.


Bamsoet mengatakan usulan memundurkan jadwal pelantikan itu juga sudah disetujui. Bamsoet berharap tidak ada demo mahasiswa pada saat pelantikan Jokowi-Ma'ruf pada 20 Oktober. Hal itu dikhawatirkan akan merusak citra Indonesia sebagai negara yang tertib serta yang berdampak masuknya investasi asing.

"Mari kita berdoa kepada Allah SWT agar pada acara yang sakral itu nggak ada gangguan ketertiban karena apabila ada gangguan demo ini akan membuat image nama kita sebagai bangsa akan rusak di mata Internasional," kata Bamsoet.
Halaman

(yld/knv)