Ledakan di Maluku Bukan Bom

Ledakan di Maluku Bukan Bom

- detikNews
Jumat, 04 Nov 2005 03:44 WIB
Ambon - Hari Idul Fitri di Ambon, Maluku dinodai dengan sebuah ledakan. Ledakan ini membuat banyak warga Ambon terkejut dan panik. Namun, setelah diselidiki, ternyata ledakan itu bukan berasal dari bom. Ledakan itu terjadi pada Kamis (3/11/2005) sekitar pukul 03.30 WIT. Ledakan terjadi di Jl. Diponegoro, depan gedung Yayasan Persekolahan Kristen Protestan Maluku. Akibat ledakan ini, tidak ada kerusakan gedung yang berarti. Korban jiwa juga tak ada. Meski membuat kepanikan, namun warga muslim Maluku tetap melaksanakan salat Idul Fitri dengan tenang. Salat Idul Fitri yang digelar di Lapangan Merdeka Ambon juga diikuti banyak jamaah dan berjalan lancar. Aparat kepolisian dari Polres Ambon telah melakukan penyisiran di lokasi. Polisi menemukan sejumlah puing ledakan, antara lain lempengan besi dan paku-paku yang berserakan. Menurut salah seorang polisi, sumber ledakan itu memiliki daya ledak yang rendah. Apakah ledakan itu berasal dari bom? Kapolres Ambon AKBP Leonidas Braksan belum bisa memastikan. Pihaknya masih melakukan penyelidikan atas ledakan itu. Pihaknya hingga kini juga belum menetapkan tersangka dari aksi teror ini. Sementara itu, Kapolri Jenderal Pol Sutanto di Jakarta, Kamis (3/11/2005) menyampaikan bahwa ledakan di Ambon bukan berasal dari bom. "Ledakan berasal dari kaleng susu yang meledak," kata Kapolri. Menurut dia, ledakan itu terjadi di tempat sampah. Meski begitu, Kapolri tetap meminta masyarakat untuk waspada. PosoSementara itu teror bom juga melanda Poso, Sulawesi Tengah. Setelah sebelumnya digegerkan dengan kasus pemenggalan kepala tiga siswi, warga Poso juga dikagetkan dengan penemuan bom aktif. Bom ini ditemukan polisi pada Kamis (3/11/2005) pukul 18.00 WIB. Bom ditemukan di dekat kantor Dinas Pariwisata Poso. Awalnya, bom ini ditemukan oleh seorang warga dan kemudian dilaporkan kepada polisi. Hingga kini, polisi masih menyelidiki bom aktif ini. (asy/)


Berita Terkait