Warga dan Polisi Bali Bentrok, Mapolsek Dibakar

Warga dan Polisi Bali Bentrok, Mapolsek Dibakar

- detikNews
Rabu, 02 Nov 2005 22:25 WIB
Denpasar - Ribuan warga Desa Menange terlibat bentrok dengan ratusan polisi di Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem, Bali, Rabu (2/11/2005). Akibatnya, Mapolsek Rendang ludes terbakar dan tiga orang warga luka tembak. Bentrok terjadi akibat aksi protes warga Desa Menange terhadap Polsek Rendang yang menahan empat orang rekannya. Keempat rekannya tersebut ditangkap saat Polsek Rendang membubarkan judi tajen (adu ayam). Akibatnya, Mapolsek yang terletak sekitar 80 km arah barat Denpasar ini ludes terbakar pada bagian depan dan bangunan di bagian belakang hancur akibat lemparan batu oleh ribuan warga. Tiga orang warga Desa Menange, yaitu Gusti Ngurah Arnawa, Putu Dauh dan Ketut Artana mengalami luka tembak oleh pasukan Dalmas Polres Karangasem. Saat ini mereka dirawat di RSUP sanglah, Denpasar. Korban mengalami luka tembak di kandung kemih, paha dan lengan. Kejadian ini berawal saat Polsek Rendang membubarkan tajen sekitar pukul 14.30 wita. Selain membubarkan tajen, polisi menahan empat orang warga yang berada di arena tajen. Namun warga protes terhadap sikap polisi dan menuntut agar rekannya dibebaskan. Karena tuntutan itu tidak dipenuhi, warga marah. Karena jumlah warga semakin banyak, Kapolsek Rendang AKP I Wayan Widarma dan Camat Rendang I Wayan Mustika melobi Polres Karangasem agar membebaskan empat warga yang ditahan. Upaya lobi berjalan buntu karena Kapolres Karangsem sedang berada di Pelabuhan Padangbai mendampingi Kapolda Bali memantau arus mudik. Ribuan warga pun mulai beringas. Mereka memblokir ruas jalan dengan cara membakar ban bekas dan menumpuk batu di tengah-tengah jalan. Warga kembali bergerak ke Mapolsek Rendang yang terletak di dekat terminal. Warga yang masih beringas membakar gerobak milik pedagang yang ada di terminal tersebut serta merobohkan pagar Mapolsek. Sekitar pukul 15.30 Wita, dua truk Dalmas Polres Karangsem yang tiba di TKP langsung diserang warga dengan lemparan batu. Karena kekuatan polisi yang tidak seimbang dengan warga, polisi pun terdesak mundur sambil melepaskan tembakan peringatan. Tembakan peringatan tersebut tidak mampu meredam aksi warga. Polisi lantas mengarahkan tembakan ke arah warga. Akibatnya, tiga orang warga tumbang dihantam timah panas. Warga pun kocar-kacir menyelamatkan diri. Namun, beberapa saat kemudian, warga kembali berkumpul dan melakukan serangan balasan dengan membakar kantor Mapolsek Rendang dan melemparinya dengan batu. Kabid Humas Polda Bali Kombes Polisis AS Reniban membenarkan kejadian tersebut. Namuan ia belum memberikan keterangan terkait bentrok tersebut. "Nanti saya memberikan keterangan. Saya masih berada di TKP mendampingi Bapak Kapolda," demikian Reniban. (nrl/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads