Dirut PT SSS Juga Jadi Tersangka Kasus Karhutla di Riau

Chaidir Anwar Tanjung - detikNews
Selasa, 08 Okt 2019 15:04 WIB
Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Asep Adi Saputra Foto: Audrey Santoso/detikcom
Pekanbaru - Polisi menetapkan Direktur Utama (Dirut) PT SSS sebagai tersangka kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau. Sebelumnya, polisi juga telah menahan Manajer Operasional PT SSS berinisial AOH.

"Ada dua yang dipidana. Pertama Dirutnya, kedua pejabat sementara bagian manajerial operasional," kata Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Asep Adi Saputra di sela kegiatan Focus Group Discussion Divisi Humas Polri, Hotel Amarossa, Jakarta Selatan, Selasa (8/10/2019).

Sementara dalam diskusi, Kasubdit III Direktorat Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri Kombes Irsan menegaskan langkah pemidanaan terhadap bos-bos perusahaan perkebunan diharapkan dapat menimbulkan efek jera karena kebakaran lahan terjadi berulang kali.


"Ini adalah salah satu upaya membuat jera karena ini berulang," tegas dia.

Selain PT SSS, menurut Irsan, ada salah satu perusahaan di Riau yaitu PT AD yang diketahui milik warga negara Malaysia yang lahannya turut terbakar. Irsan mengisyaratkan kebakaran tersebut disengaja.

"Ada lagi satu, PT AD, itu kebakaran di tanggal 7 September, kami datang dua pekan kemudian, kondisi lahannya sudah siap tanam. Mereka memanfaatkan momen banyak asap, di mana semua pihak sibuk memadamkan, dijadikan momen mereka sekalian bakar lahan," ungkap Irsan.


Irsan menerangkan PT AD sebenarnya punya anggaran untuk membersihkan lahan dengan cara tidak dibakar. Namun diduga agar biaya lebih ekonomis, lahan tersebut dibakar.

"Padahal ada anggaran, tapi dia tidak menggunakan dengan semestinya anggaran itu. Selain itu kalau dibakar kan keuntungan buat perusahaan ular hilang tikus hilang, kandungan karbonya meningkat jadi tanah lebih subur, lebih bersih juga," terang Irsan.




Tonton juga video Melihat Proses Pembuatan Hujan, Butuh Garam dan Awan Terbaik:

[Gambas:Video 20detik]



(cha/aan)