detikNews
Selasa 08 Oktober 2019, 13:29 WIB

Ade Yasin: Kabupaten Bogor Luput dari Perhatian Pemprov Jabar

Sachril Agustin Berutu - detikNews
Ade Yasin: Kabupaten Bogor Luput dari Perhatian Pemprov Jabar Bupati Bogor Ade Yasin (Ibnu Hariyanto/detikcom)
Bogor - Bupati Kabupaten Bogor Ade Yasin mengungkapkan wilayahnya begitu luas tapi luput dari perhatian Pemerintah Provinsi Jawa Barat, yang saat ini dipimpin Ridwan Kamil. Bantuan untuk Kabupaten Bogor, menurutnya, tidak pernah meningkat.

"Kabupaten Bogor sangat luas tapi belum tersentuh banyak," kata Ade Yasin di acara peringatan Bulan Pengurangan Risiko Bencana Tingkat Kabupaten Bogor 2019, di Sekolah Daar El Salam, Bojong Kulur, Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (8/10/2019).

Ade mengatakan ada banyak persoalan di Kabupaten Bogor, dari penanganan bencana, pencemaran lingkungan, hingga pembangunan yang belum merata.


Pencemaran lingkungan yang disinggung Ade Yasin salah satunya soal sampah. Selain itu, pencemaran di sungai, termasuk Sungai Cileungsi, yang airnya menghitam dan menimbulkan bau menyengat. Dia menyebut butuh bantuan semua pihak untuk mengatasi pencemaran sungai.

Menurut Ade Yasin, persoalan pencemaran sungai bisa diselesaikan dengan menindak tegas industri yang membuang limbah ke sungai. Selain itu, aksi bersih-bersih dan penyadaran masyarakat agar tidak membuang sampah ke sungai harus masif dilakukan. Namun, dia mengatakan, untuk melakukan itu, butuh kerja sama dan bantuan semua pihak, termasuk dari Pemprov Jawa Barat, dan wilayah yang berbatasan langsung dengan Bogor, yakni DKI Jakarta, juga pemerintah pusat.

"Terus terang saja, masalah lingkungan ini terlalu banyak birokrasi, terlalu panjang rentangnya," ucap Ade Yasin.

"Tadi saya tanya, ternyata sungai ini juga tidak semudah ketika kita ingin membersihkan pekarangan. Aturan ini, aturan itu, ini tanggung jawab BBWS (Balai Besar Wilayah Sungai) dan sebagainya. Kapan kita bebersih kalau semuanya hanya urusan birokrasi yang selalu menghambat kita. Jadi bagaimana caranya supaya birokrasinya tidak kita tabrak tapi bisa kita lakukan kegiatan-kegiatan," sambungnya.


Salah satu yang diinisiasi Kabupaten Bogor untuk mengatasi persoalan terkait lingkungan, menurut Ade Yasin, adalah dibentuknya Forum Pengurangan Risiko Bencana di berbagai wilayah. Dia juga mengaku kerap turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi sesungguhnya agar bisa mengambil keputusan-keputusan.

Ade Yasin menyebut selama ini telah berupaya agar seluruh wilayah di Kabupaten Bogor bisa mendapat perhatian. Meski demikian, dia mengakui memang ada keterbatasan anggaran.

"Beginilah situasi Kabupaten Bogor, luas dan padatnya penduduk, dan pemerintah harus memutar otak supaya anggarannya cukup. Supaya semua bisa ngerasa ada pemerataan pembangunan," ucapnya.

"Kabupaten Bogor beginilah adanya. Kabupaten terluas, terpadat penduduknya, dekat dengan Jakarta tetapi luput dari perhatian Jakarta maupun luput dari perhatian provinsi Jawa Barat ya," sambungnya.




Simak video Tokoh Masyarakat Setuju Tegalluar Jadi Ibu Kota Baru Jabar:

[Gambas:Video 20detik]




(hri/tor)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com