Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Syarief Hasan telah menyatakan partainya siap jika ditawari masuk kabinet. PD ingin bisa lebih bermanfaat untuk masyarakat secara langsung dengan menjadi bagian dari pemerintah.
Sementara itu, Partai Gerindra justru mengungkapkan kekecewaan karena tak diberi kursi Ketua MPR. Langkah Gerindra masuk kabinet Jokowi pun makin tak jelas karena sampai sekarang parpol pimpinan Prabowo Subianto itu belum menyetorkan nama calon menteri ke Jokowi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pakar politik Universitas Paramadina, Hendri W Satrio, melihat peluang Gerindra mendapat jatah kursi menteri memang menipis. "Sebelum pemilihan Ketua MPR peluangnya besar, tapi setelah kursi Ketua MPR bukan Gerindra, saya agak pesimis," kata Hendri kepada wartawan, Selasa (8/10/2019).
Padahal, menurut Hendri, isu santer Gerindra mendapat jatah dua menteri. "Isunya kan dapat dua kursi, Ketua MPR dan satu menteri. Tapi setelah Ketua MPR juga dikuasai koalisi Jokowi, saya rasa tipis peluang Gerindra masuk kabinet," katanya.
Lantas, bagaimana dengan Partai Demokrat?
Peluang PD masuk kabinet dinilai masih terbuka, tapi dengan satu syarat. Yakni sosok calon menteri yang diajukan tidak harus 'putra mahkota' SBY.
"PD bisa masuk ke kabinet asal jangan memaksakan AHY. Karena bagi parpol koalisi, menerima AHY di kabinet seperti membesarkan anak macan, jadi lawan di Pemilu 2024 nanti," katanya.
"Tapi kalau yang diajukan profesional yang terafiliasi atau orang SBY yang profesional, kemungkinan masuk kabinet itu peluangnya cukup besar," pungkasnya.
Halaman 2 dari 3











































