detikNews
2019/10/07 21:33:45 WIB

Round-Up

Istana Tolak Analogi 'Polri Tangan Kanan' Jokowi

Tim detikcom - detikNews
Halaman 1 dari 2
Istana Tolak Analogi Polri Tangan Kanan Jokowi Tenaga Ahli Kedeputian IV Kantor Staf Presiden Ali Mochtar Ngabalin (Foto: Bil Wahid/detikcom)
Jakarta - Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo membuat analogi tangan kanan dan tangan kiri Presiden bagi Polri dan TNI. Menurut Istana, tak ada istilah tangan kanan dan kiri seperti yang disampaikan Gatot.

Analogi itu disampaikan Gatot di Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Sabtu (5/10/2019). Dia menggunakan analogi itu terkait fungsi Polri dan TNI dalam menjaga keamanan negara.


"Jadi Polri adalah tangan kanan presiden dalam kondisi tertib sipil, TNI tangan kirinya presiden. Tapi dalam kondisi darurat militer, terbalik, TNI tangan kanan, dan Polri tangan kiri presiden," ujar Gatot.

Gatot menegaskan, kedua lembaga tersebut berperan penting bagi kemajuan bangsa. Karena itu, dia meminta semua pihak tak membenturkan TNI dengan Polri.

"Jadi dua-duanya memiliki peran penting bagi berbangsa dan bernegara dan jangan mau dibenturkan. Kalau dibenturkan, presiden akan kehilangan kedua tangannya," tegas dia.


Analogi yang digunakan Gatot itu ditepis pihak Istana. Tenaga Ahli Kedeputian IV Kantor Staf Presiden Ali Mochtar Ngabalin mengatakan tidak ada istilah analogi tangan kanan dan kiri seperti yang disampaikan Gatot.

"Tidak ada analogi-analogi tangan kiri tangan kanan. Tidak ada," ujar Ngabalin saat dihubungi, Senin (7/10).

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com