detikNews
Senin 07 Oktober 2019, 18:17 WIB

Eks Plt Kadis PUPR Arfak Penyuap Sukiman Dituntut 2 Tahun Bui

Zunita Putri - detikNews
Eks Plt Kadis PUPR Arfak Penyuap Sukiman Dituntut 2 Tahun Bui Ilustrasi Pengadilan Negeri Jakpus (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta - Mantan Plt Kadis PUPR Pegunungan Arfak, Papua Barat, Natan Pasomba, dituntut jaksa KPK dengan hukuman 2 tahun penjara dan denda Rp 100 juta subsider 3 bulan kurungan. Natan diyakini jaksa bersalah karena menyuap mantan anggota DPR dari Fraksi PAN, Sukiman, sebesar Rp 2,6 miliar dan USD 22 ribu.

"Menuntut supaya majelis hakim yang mengadili dan memeriksa perkara ini, menyatakan terdakwa Natan Pasomba terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama," kata jaksa KPK saat membacakan surat tuntutan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (7/10/2019).

Jaksa memaparkan hal yang memberatkan tuntutan, yakni Natan tidak mendukung upaya pemerintah dalam memberantas korupsi di Indonesia. Sedangkan hal yang meringankannya ialah Natan telah mengembalikan uang yang diterimanya serta berterus terang mengakui perbuatannya.


Jaksa mengatakan uang suap yang diberikan Natan kepada Sukiman itu bertujuan mengupayakan Kabupaten Pegunungan Arfak mendapatkan alokasi anggaran yang bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) tahun anggaran 2017, APBN Perubahan 2017, dan APBN 2018. Uang suap yang diberikan kepada Sukiman dilakukan Natan secara bertahap sejak APBN 2017 hingga alokasi APBN 2018.

Kasus ini bermula ketika Natan mendapat arahan dari Bupati Pegunungan Arfak Yosias Saroy dan Wakil Bupati Arfak Marinus Mandacan untuk memaksimalkan pengusulan anggaran DAK (dana alokasi khusus) untuk Kabupaten Pegunungan Arfak.

Setelah itu, Natan merancang anggaran tersebut ke Bappeda sehingga tercipta usulan DAK reguler Kabupaten Arfak pada APBN 2017 ke Kemenkeu yang diparaf Yosias pada 6 Juni 2016 senilai Rp 1 triliun.


Kemudian Natan menyampaikan proposal pengajuan itu kepada Rifa Surya selaku Kasi DAK fisik pada Ditjen Pertimbangan Keuangan agar Rifa membantu mengawal untuk mendapatkan DAK maksimal. Rifa pun menyanggupi itu.

Terkait suap yang diberikan kepada Sukiman itu bermula pada April 2017 saat itu Natan menyampaikan kepada Yosias bahwa Kabupaten Arfak memiliki peluang untuk mendapatkan APBN lebih. Akhirnya Sukiman membuat proposal dengan nilai pengajuan senilai Rp 105 miliar.

Pemberian uang ke Sukiman itu dilakukan Natan bersama Staf Dinas PU Pegunungan Arfak Sovian Latilipu dan Nicholas Tampang Allo. Natan memberikan fee kepada Sukiman terkait pengurusan APBN-P 2017.

"Terdakwa melalui Nicolas Tampang Allo dan Sovian Latilipu memberikan uang commitment fee terkait pengurusan APBN-P 2017 dan kekurangan fee pengurusan DAK reguler APBN 2017 kepada Sukiman, Rifa Surya, dan Suherlan secara bertahap dengan cara ditransfer melalui rekening PT DIT," kata jaksa KPK.


Simak juga video "Nama Menag Disebut Terima Duit Rp 70 Juta" :

[Gambas:Video 20detik]


(zap/fdn)


Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com