detikNews
2019/10/07 18:04:53 WIB

ILR: Ada 348 Vonis Pidana Pemilu 2019, Terbanyak Caleg Gerindra-PKS-PAN

Yulida Medistiara - detikNews
Halaman 1 dari 3
ILR: Ada 348 Vonis Pidana Pemilu 2019, Terbanyak Caleg Gerindra-PKS-PAN Pemaparan riset 'Jerat Pidana Pemilu 2019: Dinamika dan Masalahnya' (Yulida Medistiara/detikcom)
Jakarta - Indonesian Legal Roundtable (ILR) mengungkap ada 348 kasus pidana pemilu yang divonis di tingkat pengadilan, sedangkan 320 kasus pidana pemilu divonis terbukti melanggar. Versi ILR, paling banyak pelanggaran pemilu dilakukan oleh calon legislator dari Partai Gerindra, PKS, dan PAN.

"Dari 348 kasus yang sudah divonis bersalah tersebut kalau dibandingkan dengan 2014 ada kenaikan signifikan hampir 60 persen, tepatnya 58,3 persen," kata Direktur Eksekutif Indonesian Legal Rountable (ILR), Firmansyah Arifin saat membacakan riset berjudul 'Jerat Pidana Pemilu 2019: Dinamika dan Masalahnya' di kantornya, Pancoran, Jakarta Selatan, Senin (7/10/2019).


Dia mengatakan, dari 348 kasus pidana pemilu, paling banyak terkait pileg, sementara hanya 13 kasus pidana pemilu terkait pilpres. Daerah terbanyak terjadi pidana pemilu versi ILR di antaranya Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sumatera Utara, Nusa Tenggara Barat, Maluku hingga Maluku Utara.

Pelanggaran pemilu paling banyak disebut terjadi pada tahapan masa kampanye, pemungutan dan penghitungan suara, serta rekapitulasi suara. Pidana pemilu yang terbanyak adalah politik uang, manipulasi suara, mencoblos lebih dari satu surat suara, hingga kepala desa tak netral.

Firman menambahkan, dari semua kasus tindak pidana pemilu, sebanyak 320 kasus (92 persen) terbukti di tingkat pengadilan negeri ataupun banding. Sebanyak 28 kasus (8 persen) divonis bebas atau lepas, 175 kasus (53 persen) divonis pidana bersyarat/percobaan atau tidak ditahan, 131 kasus (39 persen) divonis dengan pidana penjara atau ditahan dan 14 kasus divonis tanpa kehadiran terdakwa (in absentia).

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com