detikNews
Senin 07 Oktober 2019, 17:03 WIB

Disebut Gatot Tangan Kanan Presiden, Polri: Setiap Orang Punya Persepsi

Audrey Santoso - detikNews
Disebut Gatot Tangan Kanan Presiden, Polri: Setiap Orang Punya Persepsi Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Asep Adisaputra (Audrey/detikcom)
Jakarta - Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo menganalogikan Polri sebagai 'tangan kanan' Presiden dalam konteks situasi keamanan dan ketertiban sipil. Polri menyebut setiap orang punya persepsi masing-masing.

"Setiap orang punya persepsi dan pendapat. Yang jelas, TNI dan Polri punya tugas memberikan keamanan dalam negeri," kata Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Asep Adisaputra di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (7/10/2019).



Dia tak berkomentar lebih lanjut soal analogi dari Gatot tersebut. Asep mengatakan yang paling penting TNI-Polri saling bersinergi menciptakan keamanan untuk masyarakat dan negara.

"Yang penting adalah kami terus memelihara sinergitas untuk mewujudkan keamanan bagi masyarakat dan negara," ucap Asep.

Gatot sebelumnya bicara mengenai TNI dan Polri sebagai 'tangan kiri dan kanan' presiden. Status TNI dan Polri berubah sesuai dengan keadaan. Dia berpesan jangan sampai TNI dan Polri dibenturkan.



"Jadi Polri adalah tangan kanan presiden dalam kondisi tertib sipil, TNI tangan kirinya presiden. Tapi dalam kondisi darurat militer, terbalik, TNI tangan kanan, dan Polri tangan kiri presiden," kata Gatot di Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Sabtu (5/10).

Gatot menegaskan kedua lembaga tersebut berperan penting bagi kemajuan bangsa. Karena itu, dia meminta semua pihak tak membenturkan TNI dengan Polri.


Simak juga video "Pesan Gatot di HUT TNI: Introspeksi dan Evaluasi":

[Gambas:Video 20detik]


(aud/haf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com