Pendeta Damanik Duga Pembunuh 3 Siswi di Poso Non Sipil
Rabu, 02 Nov 2005 14:34 WIB
Palu - Ketua Majelis Sinode Gereja Kristen Sulawesi Tengah, Pendeta Rinaldy Damanik, dari London, Inggris, melayangkan surat elektronik yang berisi kecaman kepada aparat keamanan di Poso, Sulawesi Tengah, terkait pemenggalan kepala tiga siswi SMU Kristen Poso, Sabtu (29/10/2005) lalu.Dalam surat elektronik yang dikirimkan kepada Direktur Eksekutif Lembaga Pengembangan dan Studi Hak Azasi Manusia (LPSHAM) Palu Syamsu Alam Agus, Rabu (2/11/2005) sekitar pukul 2005 12:35 waktu setempat, Pendeta Damanik meminta aparat keamanan dan intelijen dievaluasi secara menyeluruh."Apa artinya markas aparat keamanan yang dibangun di beberapa wilayah Kabupaten Poso dan sekitarnya, jika tak dapat memberi rasa aman kepada masyarakat?" tulis Damanik.Pendeta yang pernah dibui di Lapas Kelas 2A Palu karena dituduh memiliki belasan pucuk senjata dan ratusan butir amunisi ini, juga menilai pernyataan sejumlah pejabat yang mengatakan pelakunya adalah orang dari luar."Saya bosan dan muak dengan pernyataan itu. Kalau saya lanjutkan, pelakunya mungkin dari luar sipil. Silakan tafsirkan apa arti kalimat dari luar sipil itu," sebutnya.Karenanya, ia meminta masyarakat beserta pihak-pihak terkait melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja, skill dan moralitas aparat keamanan dan intelijen yang tersebar di Poso dan sekitarnya.Pendeta lulusan Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga ini juga mengaku sedih karena tidak bisa mendampingi para keluarga korban.
(nrl/)











































