Pedagang Voucher HP dan Rencana Ngebom Mabes Polri

Pedagang Voucher HP dan Rencana Ngebom Mabes Polri

- detikNews
Rabu, 02 Nov 2005 13:44 WIB
Jakarta - Bom depan Kedubes Australia di Kuningan, Jakarta Selatan, pada 9 September telah berusia setahun. Namun polisi masih terus menguber jaringan pelakunya. Terakhir, polisi menahan 11 tersangka.Polisi belum bersedia menguak identitas lengkap semua tersangka itu. Namun Rabu (3/11/2005) sumber kepolisian bermurah hati membuka rahasia. Para tersangka itu berprofesi sebagai pedagang voucher handphone hingga mahasiswa.Inilah identitas mereka:1). Iqbal Hussaini alias Ramli alias Adrian Alamsyah alias Rian alias Rambo, kelahiran Lampung, 27 April 1981. Pekerjaan: penjual voucher Hp. Alamat: Tanggamus, Lampung (rumah orngtua) dan Cipinang Melayu Makassar, Jaktim.Keterangan:a. Membuat rangkaian timer bom dan pemicu handphone serta HT. b. Merencanakan pembunuhan tokoh Jaringan Islam Liberal Ulil Abshar Abdala dan pendeta Kristen (bersama Abdullah Sonata dan Arham). c. Menyimpan senjata api. d. Memalsu KTP, menerima dan mentransfer uang. Barang bukti: 3 pistol, 1 revolver, ratusan butir peluru, buku tabungan BNI dan Bank Mandiri, sepeda motor.2). Enceng Kurnia alias Arham alias Arnold, kelahiran Bandung, 1 Juli 1972. Alamat: Kelurahan Nagrek Timur Kec Nagrek, Bandung, Jabar. Keterangan:a. Merencanakan pembunuhan tokoh JIL dan pendeta Kristen bersama ABdullah Sonata dan Ramli.b. Merencanakan pengeboman Polda Metro Jaya dan Mabes Polri.Barang bukti: 3 pistol, 1 revolver, ratusan butir peluru.3). Purnama Putra alias Ipung alias Usamah alias Usman alias Risqy alias Uus alias Tikus. Kelahiran: Sukoharjo, 5 Oktober 1981. Pekerjaan: mahasiswa. Alamat: Bendosari, Sukorharjo (rumah orangtua). Alamat kedua: Perumahan Timoho Asri (tempat kos)Keterangan:a. Merencanakan aksi terorisme bersama Adbullah Sonatab. Menitipkan rangkaian bom ke Dani alias Yusufc. Menyerahkan senjata api ke Henced. Menyimpan senjata api ke Ramlie. Meminta uang ke Joko Sumanto untuk beli senjata.4). Joko Sumanto alias Joko Kelahiran: Wonogiri, 27 Juli 1965. Pekerjaan:pedagang. Alamat: Wonoboyo, Wonogiri.Keterangan:a. Membiayai pembelian senjata api, b. Membiayai istri tersangka terorisme bom Bali. 5). Muhammad Iqbal alias BayhaqiPekerjaan: penjual voucher HP. Kelahiran Solo, 8 Juni 1982. Alamat: Mojosongo, Solo.Keterangan:a. Mentransfer uang dari Joko Sumanto ke rekening Ramli. b. Mengetahui Abdullah Sonata dan Usman mempunyai pendapat bahwa tokoh JIL sudah menyimpang dan halal darahnya ditumpahkan.6). Hence Malewa alias Babe alias Anang alias Tajolih alias Danang Ardiyanto, kelahiran Poso, 19 September 1979. Pekerjaan: Kuli angkat tahu. Alamat: Masaran, Sragen.Keterangan:a) Ikut dalam kerusuhan Poso: melakukan penyerangan ke Desa Tangura, Silanca, dsb yang dipimpin oleh Abdullah alias Mohammad Sanusi.b) Mengirim uang ke Abdulla Sonata untuk membeli senjata (Rp 7 juta).Membawa senjata jenis FN di Solo dan diserahkan ke Husen Simin Latima.7). Husen Simin Latima, kelahiran Poso, 17 Agustus 1978, alamat: asrama Poso Yogyakarta dan Kayamanya Poso. Keterangan:Membawa pistol dar Hence dan diserahkan ke Jo di yogya. 8). Joko Triharmanto alias Harun alias Jack bin Dalimun, kelahiran Kulonprogo 1 Desember 1976. Alamat: Plumping, Laweyan, Solo. Keterangan:a. Mei 2002 melaksanakan jihad ketika terjadi kerusuhan di Ambon.b. Menyembunyikan Noordin Moh Top (Januari 2005 membonceng Noordin dengan motor Yamaha ke rumah di depan pasar Plumping Solo)c. Memberikan penginapan pada Noordin.d. Menyimpan serbuk warna putih dan peluru9) Dani Chandra alias Yusuf, lahir di Jakarta, 24 November 1977. Alamat: Ngadirojo, Wonogiri.Keterangan:a. Menyimpan 5 rangkaian elektrik untuk kelengkapan sebuah bom.b. Oktober 1999: ikut dalam kerusuhan Ambon yang diperintahkan oleh Ustad Arif Munandar untuk berjihad.Barang Bukti:5 kotak rangkaian elektronik untuk bomSerbuk potasium warna putih 1 kgSerbuk sulfur kuning 1 kg10) Joko Priyanto alias Joko alias Gondrong, kelahiran Solo, 8 November 1971, pekerjaan ppedagang HP. Alamat: Laweyan, Solo.Keterangan:meminjamkan motor pada Alen (nrl/)


Berita Terkait