Jangan Beri Uang 'Pasukan Kuning' yang Minta-minta
Rabu, 02 Nov 2005 12:07 WIB
Jakarta - Selain pengemis, Jakarta juga diserbu pasukan kuning -- sebutan untuk petugas kebersihan -- dadakan. Mereka biasanya mengenakan rompi atau pakaian warna oranye yang biasa dipakai petugas kebersihan resmi, membawa sapu, lalu meminta-minta kepada para pengendara mobil.Kehadiran mereka mulai tampak pada H-2, Selasa kemarin dan kian banyak pada H-1, Rabu (3/11/2005). Mereka beroperasi sore hingga malam di perempatan-perempatan jalan. Mereka menyapu jalan, setelah itu menghampiri pengendara kendaraan minta sedekah. Kadang setengah memaksa.Banyak pengendara kendaraan yang memberi mereka sedekah karena mengira mereka memang dikerahkan untuk membersihkan ibukota. "Kasihan ya, mau Lebaran masih kerja nyapu jalan," begitu rata-rata alasan mereka yang memberi pasukan kuning dadakan itu sebagian rezeki. Yang diberikan kepada petugas kebersihan itu cukup besar, minimal seribu perak.Tapi mereka bukanlah petugas kebersihan resmi. Mereka sengaja memanfaatkan kebaikan warga Jakarta yang berlomba bersedekah pada malam Lebaran. Jika diperhatikan, sapu yang mereka tenteng hanya untuk eksyen saja. Mereka hanya berpura-pura menyapu. Padahal intinya mengemis.Dinas Kebersihan Jakarta menegaskan, petugas kebersihan resmi dilarang keras untuk meminta-minta. Kepada pada para pengendara kendaraan diimbau tidak memberi uang kepada mereka yang berpakaian ala petugas kebersihan itu.
(nrl/)











































