Pagi Ini, Pemkot Akan Tinjau Permukiman di Jakbar yang BAB ke Kali

Isal Mawardi - detikNews
Senin, 07 Okt 2019 07:34 WIB
Potret Warga di Tanjung Duren Jakarta Barat (Jakbar) yang Tak Punya Septic Tank dan Buang Kotoran ke Kali/ Foto: Sachril Agustin Berutu/detikcom
Potret Warga di Tanjung Duren Jakarta Barat (Jakbar) yang Tak Punya Septic Tank dan Buang Kotoran ke Kali/ Foto: Sachril Agustin Berutu/detikcom
Jakarta - Sebuah permukiman di Tanjung Duren Utara, Jakarta Barat, tidak mempunya septic tank sehingga kotoran dari jamban langsung di buang melalui saluran yang mengarah ke kali. Dinas Lingkungan Hidup (LH) Jakarta Barat berencana akan meninjau permukiman tersebut pagi ini.

"Saya kan tadi koordinasi dengan lurah hari Minggu, lurah sepakat jam 09.00 WIB mengecek langsung di lapangan," ujar Kasudin LH Jakarta Barat, Edy Mulyanto, saat dihubungi detikcom, Senin (7/10/2019).

Selain pihak Pemkot, jajaran kecamatan, kelurahan, RT/RW akan turun meninjau langsung. Nantinya, Dinas LH akan mencatat dan mendata warga yang saluran limbahnya mengarah ke kali.



Selain unsur kesengajaan, Edy menduga saluran septic tank warga ada yang bocor sehingga mencemari kali. "Mungkin ada yang sampai buang ke kali itu ada yang septic tank nya ada yang bocor ke kali," ujar Edy

Edy menyebut Pemkot Jakarta Barat akan menerapkan penindakan tegas jika terbukti adanya warga yang saluran limbahnya mengarah ke kali. "Tapi di dalam aturannya (saluran) ditutup, disemen atau diiniin jadi tidak ada yang buang ke kali," ujarnya



Sebelumnya, salah satu warga sekitar, Sriatun, mengatakan rumahnya tidak ada septic tank atau bak pembuangan kotoran sendiri. Hal ini dikarenakan ia tinggal mengontrak. Pemilik kontrakannya, kata Sriatun, tidak membuatkan septic tank.

"Iya, jadi buang kotoran dari WC ya langsung ke kali," kata Sriatun ketika ditemui di rumahnya, RT 15/7 Tanjung Duren Utara, Grogol Pertamburan, Jakarta Barat, Sabtu (5/10).

Sriatun mengatakan permukiman di RT 15/7 Tanjung Duren Utara, Jakbar, mayoritas rumah kontrakan. Karena tinggal di rumah kontrakan, ia dan warga sekitar hanya mengikuti konsep tempat hunian yang telah disewanya.

Meski kali di depan rumahnya dijadikan tempat pembuangan kotoran, Sriatun tidak mempermasalahkannya. Dia mengaku masih bisa menoleransi bau menyengat yang kerap muncul dari kali tersebut.



Warga lainnya, Yati, mengaku, selama 38 tahun tinggal di RT 15/7 Tanjung Duren Utara, Jakarta Barat, ia tidak memiliki septic tank. Alasannya sama, yaitu karena ia tinggal di rumah kontrakan.

"Nggak ada niat membuat septic tank karena rumah kontrakan ya. Kalau rumah sendiri, saya mau buat. Kontrakan saya nggak ada septic tank. Kalau bikin sendiri, berat. Bukan rumah saya jadi ya ikuti saja," ujar dia.

Pantauan di lokasi, rumah-rumah ini hanya berjarak sekitar 1 meter saja dari kali di sampingnya. Rumah warga dan kali tersebut dibatasi jalan kecil. Jalan itu terlihat hanya bisa dilalui satu sepeda motor.

Air kali yang menjadi tempat pembuangan tinja warga berwarna kehitaman. Bau menyengat pun tercium. Terlihat pipa-pipa yang menjadi saluran pembuangan limbah WC ke kali. (isa/dnu)