Kepala Desa Bantah Salik Firdaus Warga Desa Cidulang
Rabu, 02 Nov 2005 07:30 WIB
Bandung -
Kabar pelaku sekaligus korban bom Bali II sebagai warga desa Cidulang kecamatan Cikijing, kabupaten Majalengka dibantah kepala desanya. Warga yang dituding sebagai pelaku sekaligus korban itu adalah Salif Firdaus (25 tahun), namun nama Salik ini tidak dikenali sabagai warga desa ini.Bahkan berdasarkan pengakuan pengurus desa kepada detikcom, Rabu (2/11/2005), mengaku tidak pernah mengeluarkan KTP atas nama Salik Firdaus."Nama itu tidak terdaftar sebagai warga desa ini, kami tidak pernah mengenali wajahnya, seperti yang diduga pelaku bom Bali itu. Kami kenal setiap rumah dan kepala keluarga (KK) yang berada di sini," kata Kuwu (kepala desa) Cidulang Omon Soerisman di rumahnya Jl Cikijing, RT 1/RW 10, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Dalam kesempatan itu dihadiri pula beberapa tokoh masyarkat.Menurut Omon, semenjak beredarnya kabar ini, suasana desa menajdi resah. Tak jarang dari warga desa yang menanyakan kebenaran berita tersebut.Ronda malam pun makin ditingkatkan. Tiap 3 kali sehari desa ini didatangi patroli dari Polsek Cikijing dan Koramil Cikijing. Buku catatan penduduk juga diperiksa oleh kepolisian untuk memastikan kebenaran mengenai pelaku sekaligus korban bom Bali II sebagai warga desa ini.Omon mengaku aparat kepolisian telah meminta keterangannya pada Sabtu (28/10/2005) lalu di Mapolsek Cikijing. Menurut Omon, pada saat itu dirinya dimintai keterangan perihal sosok Salik Firdaus. Omon diperiksa dari tim gabungan Polwiltabes Cirebon dan dari Mapolda Jawa Barat yang berjumlah sekitar 9 orang. "Saya kaget dipanggil kepolisian, ada apa. Saya disuruh bewa register KTP, buku catatan penduduk juga diperiksa," ujar Omon.Selain dimintai keterangan sekitar 30 menit, dirinya juga disodorkan dua nama pelaku sekaligus korbnan bom Bali II oleh kepolisian. Kedua nama ini adalah Cholid dan Abdullah. Omon mengaku dimintai perihal kedua nama tersebut. Apakah pernah mengenali atau mendengar kedua nama tersebut sebagai warga desa Cidulang. Namun dia mengaku tidak mengenali kedua nama tersebut. Menurutnya, hingga saat ini belum ada warga yang melapor mengenali kedua sosok itu. begitu juga laporan dari masyarakat yang kehilangan anggota keluargnaya. "Kami resah setelah ada berita itu, nama desa kami jadi tercemar, bertiata itu sama sekali tidak benar," keluh Omon.Menurutnya semua kabar yang sebelumnya diberitakan adalah bohong. Hingga saat ini dirinya pun belum mendengar ada kepolisian dari Australia yang mendatangi desa ini untuk mencari sosok Salik Firdaus tersebut.Dia mengaku hampir mengenali seluruh warganya yang berjumlah sekitar 1300 KK yang mendiami desa seluas 208 hektar ini. Menurutnya aktivitas warga desa ini adalah bertani, berdagang dan buruh. Warga desa ini juga dikenali sebagai pemasok TKI untuk Malaysia dan Sudi Arabia. "Kalau warga dengan nama Ahmad Rifai itu ada. Dia tinggal di Cikijing, tapi mengenai apakah dia memiliki adik yang bernama Salik itu saya tidak tahu. Dulu orang tuanya pernah tinggal di desa kami. dia seorang pensiunan Wakapolsek Cikijing," jelas Omon.Berdasarkan pantauan detikcom, suasanan desa ini pada malam terihat ramai. Warga desa terlihat duduk di depan rumahnya masing-masing. para pemuda desa tampak berjagadi pintu masuk desa yang terletak sekitar 34 kilometer dari Kabupaten Majalengka iniSelain itu pula, tidak banyak warga yag berani bicara mengenai kebenaran berita ini. Aparat kepolisian yang berjaga di Polsek Cikijing juga tidak banyak bicara.
(ary/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































