Mahasiswa Unila Tewas Saat Diksar Mapala, Polisi Turun Tangan

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
Minggu, 06 Okt 2019 14:53 WIB
Ilustrasi jenazah (Foto: Thinkstock)


Pada pelatihan itu, Pandra mengatakan, diperoleh keterangan bahwa pada 26 September 2019 korban sempat terpeleset dan terjatuh ke jurang sedalam 15 meter. Namun korban tetap diminta mengikuti kegiatan diksar hingga mengeluh sakit pada 29 September.

"Saudara Aga Trias Tahta masih diminta mengikuti kegiatan diksar sampai dengan hari Minggu tanggal 29 September 2019 sekira jam 10.00 WIB, dan mengeluhkan sakit sehingga dibawa ke RS Bumi Waras, sebelum sampai di RS tersebut Saudara Aga Trias Tahta meninggal dunia," kata Pandra.

Pandra mengungkapkan keluarga korban sendiri baru mengetahui Aga meninggal setelah diberi tahu pihak rumah sakit. Keluarga korban kemudian menolak jenazah Aga diautopsi.

"Pihak keluarga korban sendiri baru mengetahui atau diberi tahu oleh pihak rumah sakit bahwa Saudara Aga Trias Tahta telah meninggal dunia, yaitu pada hari Minggu tanggal 29 September 2019 sekira jam 14.00 WIB setelah datang ke RS Bumi Waras," ujarnya.



Polisi hingga kini masih melakukan penyelidikan. Dari penyelidikan sementara, pada jenazah korban ditemukan lebam.

"Saat ini masih penyelidikan dan akan ditingkatkan menjadi penyidikan. Saya belum bisa mengatakan (ada kekerasan), karena kan penyelidikan tengah berjalan. Hanya terjadi livor mortis. Lebam mayat. Adanya lebam mayat," kata Pandra.

Kisah meninggalnya Aga juga ramai diperbincangkan di media sosial. Di media sosial, disebutkan Aga tewas karena disiksa kakak kelasnya saat mengikuti diksar UKM Cakrawala, Fisip Unila.
(mae/tor)