Mahasiswa Unila Tewas Saat Diksar Mapala, Polisi Turun Tangan

ADVERTISEMENT

Mahasiswa Unila Tewas Saat Diksar Mapala, Polisi Turun Tangan

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
Minggu, 06 Okt 2019 14:53 WIB
Ilustrasi jenazah (Foto: Thinkstock)
Lampung - Seorang mahasiswa Universitas Lampung (Unila) bernama Aga Trias Tahta (19) tewas saat mengikuti pendidikan dasar (diksar) UKM mahasiswa pencinta alam Cakrawala Fisip Unila. Polisi pun turun tangan menyelidiki kasus tersebut.

"Benar telah meninggal mahasiswa Unila bernama Aga Trias Tahta, 19 tahun, mahasiswa FISIP Universitas Lampung (Unila). Polres Pesawaran menerima laporan dari kakak kandung korban bernama C Geni Dewantara, 27 tahun, swasta. Ada beberapa pasal yang dilaporkan, baik itu 170 kemudian subsider 359, dan juga UU tentang perlindungan anak," kata Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad saat dihubungi, Minggu (6/10/2019).



Pasal 170 KUHP berbunyi bahwa setiap pelaku yang melakukan perbuatan tindak pidana pengeroyokan secara terang-terangan diancam pidana penjara paling lama 5 tahun 6 bulan. Sedangkan Pasal 359 berbunyi barangsiapa karena kesalahannya menyebabkan matinya orang dihukum penjara selama-lamanya lima tahun atau kurungan selama-lamanya satu tahun.

Pandra menjelaskan peristiwa itu terjadi pada 29 September 2019. UKM Cakrawala saat itu melakukan kegiatan dalam rangka peningkatan kemampuan fisik sejak 25 September 2019.

"Jadi kekuatan fisik itu dilatih oleh para senior. Jadi pada waktu itu dilakukan di daerah Turbin Dusun Cikoak, Desa Tanjung Agung, Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran. Jadi pada saat itu korban atas nama Aga Trias Tahta, 19 tahun. Jadi dia melaksanakan kegiatan itu jadi rangkaian kegiatannya banyak. Tanggal 25 sampai tanggal berapa itu. Kan sudah ada beberapa kali kegiatan demo kan. Jadi mereka udah capek juga. Nah di akhir pekannya ada kegiatan pencinta alam," ungkapnya.



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT