Round-Up

TNI-Polri dan Analogi Tangan Kanan-Kiri ala Gatot Nurmantyo

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 05 Okt 2019 21:31 WIB
Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo (Audrey/detikcom)
Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo (Audrey/detikcom)
Jakarta - Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo menganalogikan TNI-Polri sebagai tangan kiri dan kanan presiden. Ada makna khusus di balik perumpamaan yang disampaikan Gatot. Apa maksudnya?

Perumpamaan itu disampaikan Gatot saat berbicara mengenai adanya ancaman membenturkan TNI dengan Polri seusai peringatan HUT ke-74 TNI di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Sabtu (5/10/2019). Gatot mengatakan status TNI dan Polri berubah sesuai dengan keadaan.

"Jadi Polri adalah tangan kanan presiden dalam kondisi tertib sipil, TNI tangan kiri presiden. Tapi dalam kondisi darurat militer, terbalik, TNI tangan kanan, dan Polri tangan kiri presiden," kata Gatot.



Menurut Gatot, TNI dan Polri mempunyai peran penting bagi Indonesia. Dia meminta agar TNI dan Polri tidak dibenturkan.

"Jadi dua-duanya memiliki peran penting bagi berbangsa dan bernegara dan jangan mau dibenturkan. Kalau (TNI-Polri) dibenturkan, presiden akan kehilangan kedua tangannya," tegas dia.

Selanjutnya
Halaman
1 2