Ada Warga di Jakbar BAB ke Kali, Anies: Itu PR Kita

Ada Warga di Jakbar BAB ke Kali, Anies: Itu PR Kita

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Sabtu, 05 Okt 2019 19:07 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan istri (Wilda/detikcom)
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan istri (Wilda/detikcom)
Jakarta - Sebagian warga Tanjung Duren Utara, Grogol Petamburan, Jakarta Barat, masih buang air besar (BAB) sembarangan. Kotoran tidak dibuang ke septic tank, melainkan ke kali. Apa respons Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan?

"Ya itu memang PR (pekerjaan rumah) kita di Jakarta," kata Anies kepada wartawan di kediamannya, Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Sabtu (5/10/2019).

Anies mengatakan, jajarannya sedang berupaya mengatasi persoalan ini. Pihak ibu-ibu PKK juga sedang mengidentifikasi kampung-kampung mana saja di wilayah Jakarta yang belum memiliki jamban sehat.


"Dengan kita menggunakan pendataan bersama PKK, kita bisa mengidentifikasi sekarang kampung-kampung mana yang belum memiliki jamban yang lengkap. Masih banyak, jadi itu adalah PR-PR yang harus diselesaikan," ujar Anies.

"Selama ini pengumpulan datanya tidak mengandalkan masyarakat setempat. Sekarang dengan data dikumpulkan PKK, ibu-ibu PKK tahu persis rumah mana yang punya kamar mandi rumah mana yang tidak. Dari situ kemudian kita bisa bangun sama-sama," sambungnya.

Suku Dinas (Sudin) Kesehatan Jakarta Barat mengatakan sebagian warga Tanjung Duren Utara, Grogol Petamburan, Jakarta Barat, masih buang air besar (BAB) sembarangan. Kepala Sudin Kesehatan Jakarta Barat Kristi Watini menyampaikan, 214 keluarga di empat RW wilayah Tanjung Duren Utara belum memiliki jamban sehat.

"Kondisi terburuk paling banyak dialami warga di RT 15 RW 07, yakni 124 keluarga," kata Kristi seperti dilansir detikcom dari Antara, Sabtu (5/10/2019).

Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Jakarta Barat Inad Luciawati Rustam Effendi menyayangkan perihal tersebut lantaran kawasan tersebut dekat dengan pusat Kota Jakarta.

"Padahal dari kantor ini (Kelurahan Tanjung Duren Utara) masih terlihat Monas. Saya malu ada warga di sini BAB-nya sembarangan," ujar istri Wali Kota Jakarta Barat Rustam Effendi itu.


Dia meminta seluruh jajaran kelurahan dan kecamatan menyediakan fasilitas jamban bersih agar kebiasaan buruk warga tersebut hilang. "Jika warga terus dibiarkan BAB tidak pada tempatnya, tentu sangat berdampak buruk terhadap lingkungan dan rentan memicu berbagai penyakit, seperti diare, tifus, tumbuh kerdil, dan sebagainya," ujar dia.

Warga Tanjung Duren Utara, Grogol Petamburan, Jakarta Barat, belum memiliki septic tank atau bak pembuangan kotoran sendiri. Warga menyebut ada jamban, tapi pembuangannya ke kali. (hri/knv)