Tokoh Agama Sepakat Upayakan Langkah Preventif
Rabu, 02 Nov 2005 02:20 WIB
Jakarta - Beredarnya SMS yang berbau SARA yang menyudutkan etnis lain, dikhawatirkan kejadian Mei 1998 akan terulang kembali. Untuk itu Komite Indonesia untuk Agama dan Perdamaian sepakat untuk mengupayakan langkah-langkah preventif, sehingga tidak akan mengganggu pelaksanaan Idul Fitri.Hal tersebut diungkapkan Ketua PP Muhammaddiyah Din Syamsudin kepada detikcom usai konsultasi dengan beberapa pemuka agama di PP Muhammadiah, Jl Menteng Raya, Jakarta, Selasa (1/11/2005). Dalam acara tersebut juga dihadiri antara lain Ketua Majelis Tinggi Konghu Chu Indonesia (Matakin) Budi Tanu Wibowo, Ketua Persatuan Gereja Indonesia (PGI), wakil masyarakat Tionghoa Gunawan Cahyadi, Ketua Forum Komunikasi Kristiani Jakarta Gustaf Lupe, dan Sekretaris Jenderal Komite Indonesia untuk Agama dan Perdamaian Teo Pillus Bella."Saya berkonsultasi kepada para pemuka masyarakat etnis Tionghoa dan tokohdari berbagai agama, dan kami sepakat untuk adakan langkah-langkah preventif seperti sekarang ini. Jangan sampai ada upaya-upaya nekat yang menganggu Idul Fitri. sehingga akan lebih buruk keadaannya," kata Din.Menurut Din, pertemuan ini dirasa penting. Karena kesepahaman dikalangan elit ini penting untuk diteruskan ke bawah. Oleh karena itu langkah-langkah yang akan dilakukan adalah langkah-langkah moral."Alhamdullillah saya dengar Kapolri telah mengambil langkah-langkah segera. Karena jika tidak dilakukan langkah-langkah preventif maka kita akan kecolongan lagi, seperti yang terjadi pada bulan Mei 1998 lalu," jelas Din.Din juga meminta kepada umat Islam agar tidak perlu bereaksi. Dan umat-umat lain tidak perlu menebar kebencian apalagi mengkambinghitamkan umat islam.Untuk itu, Din juga berharap kepada masyarakat agar tetap tenang, tidak terpancing, tidak terhasut hal tersebut. Karena hal tersebut merupakan salah satu upaya adu domba dan sengaja dilakukan untuk kepentingan politiknya."Untuk pemerintah juga agar tidak tinggal diam. Agar mengambil langkah-langkah segera dan tegas. Yang pertama ungkap siapa dalang dari ini semua," tegas Din.
(ary/)











































