SBY Prihatin Beredarnya SMS Yang Resahkan Masyarakat

SBY Prihatin Beredarnya SMS Yang Resahkan Masyarakat

- detikNews
Rabu, 02 Nov 2005 00:04 WIB
Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono merasa prihatin atas beredarnya SMS-SMS yang berbau SARA, hujatan terhadap satu golongan tertentu, yang isinya penipuan kepada masyarakat dengan iming-iming hadiah akhir-akhir ini. Karena penggunaan SMS semacam ini telah menimbulkan keresahan di masyarakat.Demikian pernyataan juru bicara Kepresidenan Andi A Mallarangeng dalam rilisnya yang diterima detikcom, Selasa (1/11/2005)."Masyarakat diharapkan waspada dan jangan mudah terpancing dengan beredarnya SMS-SMS yang tidak bertanggung jawab tersebut," kata Andi.Untuk mengatasi masalah ini, Presiden telah memerintahkan kepada Kapolri dan Kepala BIN untuk melakukan penyelidikan dan pengusutan terhadap pengirim-pengirim SMS yang tidak bertanggung jawab tersebut. Presiden meminta kepada masyarakat untuk tidak turut menyebarluaskan SMS yang tidak bertanggung jawab tersebut. Dalam kesempatan itu, Menteri Komunikasi dan Informasi telah mengeluarkan Keputusan Menteri No 23/Kominfo/M/10/05 tentang kewajiban mendaftar semua nomor prabayar dengan identitas yang jelas. "Dengan ini semua nomor prabayar juga dapat diidentifikasi dengan jelas pemiliknya, dengan batas akhir pendaftaran pada akhir April 2006," ujar Andi. (ary/)


Berita Terkait