Kalla: Tokoh GAM Datang, MoU Berjalan Baik
Selasa, 01 Nov 2005 23:50 WIB
Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla merasa senang atas kedatangan tokoh GAM Bachtiar Abdullah dari Swedia. Dengan mudiknya tokoh GAM itu, berarti implementasi MoU RI-GAM berjalan dengan baik."Siapa yang menyangka enam bulan lalu Bachtiar Abdullah dan rekan-rekannya bisa datang ke tanah air dengan damai di Aceh. Kita senang sekali, dengan begitu maka pelaksanaan MoU dapat berjalan baik, semua menyadari bahwa ini masalah kita bersama di Aceh dan kita selesaikan," kata Kalla di kantornya, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa (1/11/2005).Menurut Kalla, implementasi daripada MoU itu betul-betul dapat berjalan sehingga tokoh GAM di Swedia dapat datang dengan aman, baik danditerima oleh pejabat dan masyarakat. "Itu tujuan perdamaian kita," ujar Kalla.Mengenai penyerahan daftar 3.000 nama anggota GAM yang dinyatakan dalam MoU, Kalla menjelaskan hingga kini pihak GAM belum menyerahkan nama-nama mantan anggota GAM tersebut."Namun tanpa daftar nama pun pemerintah telah menyalurkan dana integrasi, tidak soal untuk integrasinya. Jadi pada akhirnya nama itu akan diberikan pada saat akan diadakan reintegrasi secara total, katakanlah ada yang mendapat fasilitas, ada yang mendapat lahan, itu ada namanya kan, pada akhirnya toh pasti juga, Cuma soal waktu saja," papar Kalla.Menurut Kalla, jika DPR mempertanyakan lagi biaya perundingan Helsinski yang mencapai Rp 600 miliar, agak kurang wajar. Karena dana tersebut sebelumnya DPR sudah menyetujui dana tersebut. "Rp 600 miliar itu jauh lebih sedikit dibanding diadakan operasi militer, mungkin tiga kali lipat ongkosnya malah. Disamping ini bermanfaat untuk masyarakat ramai, termasuk GAM juga justru menciptakan rasa aman. Jadi dibanding dengan biaya kalau tidak aman jauh lebih besar lagi, dan itu ketetapan DPR sendiri jadi tidak pantas ditanyakan lagi," ujar Kalla.
(ary/)











































