Pemerintah Jamin Inflasi Bulan November Stabil
Selasa, 01 Nov 2005 23:43 WIB
Jakarta - Tingginya nilai inflasi bulan Oktober 2005 hingga 8,7 persen disinyalir diakibatkan naiknya harga BBM dan transportasi. Untuk itu, pemerintah menjamin laju inflasi pada November 2005 akan kembali stabil karena tidak ada lagi kenaikan harga BBM dan transportasi.Hal tersebut disampaikan Wakil Presiden Jusuf Kalla di Kantornya, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa (1/11/2005)."Pemerintah akan menjamin itu. Kita harapkan per November inflasinya jauh lebih kecil, karena factor BBM dan transportasi tidak ada lagi, jadi kalau kitabisa jamin makanan suplainya baik, harganya tidak naik inflasi November sangat kecil, bisa-bisa negative malah. Turunnya akan jauh sekali," kata Kalla.Kalla menjelaskan, pendorong laju inflasi 8,7 persen bulan Oktober disebabkan tiga hal. Yakni, masalah kenaikan harga BBM, naiknya tarif angkutan, dan makanan. "Naiknya tarif angkutan karena BBM. Sebenarnya, itu disebabkan ada satu sampai dua daerah yang menaikkan angkutan kotanya lebih dari 100 persen, minim 60 persen lah. Memang ada hal yang tidak wajar, tapi sebenarnya tidakbanyak, hanya di Sibolga di Medan, sehingga itu antara lain yang menyebabkan factor tinggi," papar Kalla.Mengenai masalah makanan, Kalla menjelaskan yang diberikan beban ke masyarakat itu rendah. "Beras hanya 0,02 persen. Memang angkanya tinggi, tapi angka tinggi itu disebabkan karena memang ditetapkan berdasarkan keputusan yang mempunyai dampak yang tinggi," ujarnya.Menurut Kalla masalah makanan itu masih bisa ditanggulangi dengan subsidilangsung untuk kalangan bawah. "Jadi tidak banyak soal," tuturnya.
(ary/)











































