detikNews
2019/10/04 14:27:49 WIB

Banyak Negara Pakai Buzzer untuk Pecah Belah hingga Tekan Oposisi

Danu Damarjati - detikNews
Halaman 1 dari 3
Banyak Negara Pakai Buzzer untuk Pecah Belah hingga Tekan Oposisi Ilustrasi (Foto: Internet)
Jakarta - Banyak negara memakai media sosial untuk tujuan politis, termasuk menekan oposisi hingga memecah belah warga. Ada pasukan siber (cyber troops) yang beroperasi melaksanakan misi tersebut.

Penelitian itu bertajuk 'The Global Disinformation Order: 2019 Global Information of Organized Social Media Manipulation' atau 'Orde Disinformasi Global: Informasi Global tentang Manipulasi Media Sosial Terorganisir 2019'. Penelitian ini adalah karya Samantha Bradshaw dan Philip N Howard dari Universitas Oxford.


Dilansir dari situs resmi Oxford Internet Institute, Jumat (4/10/2019), penelitian ini mengamati manipulasi medsos oleh pemerintah dan partai politik. Pengamatan dilakukan terhadap 70 negara, termasuk Indonesia.

"Di seluruh dunia, aktor-aktor pemerintah menggunakan media sosial untuk membikin konsensus, mengotomatisasikan tekanan, dan menghancurkan kepercayaan dalam aturan internasional liberal," tulis penelitian itu.


Dalam dua tahun terakhir, terjadi peningkatan 150 persen penggunaan manipulasi media sosial di banyak negara. Tujuan manipulasi medsos itu adalah menekan hak dasar manusia, mendiskreditkan oposisi politik, dan membenamkan pendapat yang berlawanan. Kenyataan ini membuat media sosial dikritisi.

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com