detikNews
Jumat 04 Oktober 2019, 13:27 WIB

Diduga Menyimpang, 3 Aliran di Pekanbaru Diawasi Jaksa

Chaidir Anwar Tanjung - detikNews
Diduga Menyimpang, 3 Aliran di Pekanbaru Diawasi Jaksa Ilustrasi (ist.)
Pekanbaru - Kejaksaan Negeri (Kejari) Pekanbaru saat ini mengawasi tiga aliran yang diduga menyimpang. Pengawasan ini juga dilakukan bersama pihak instansi terkait.

"Pengawasan ini bersama Tim Pengawasan Aliran Kepercayaan Masyarakat dan Aliran Kepercayaan (Pakem). Tim ini menemukan 3 aliran yang menyimpang di Pekanbaru," kata Kepala Sub Seksi A Intelijen Kejari Pekanbaru, Yopentinu Adi Nugraha kepada wartawan, Jumat (4/10/2019).

Menurut Yopentinu, permasalahan ini sudah dibahas bersama instansi terkait lainnya. Yaitu dari Badan Intelijen Indonesia (BIN), Kodam Pekanbaru, Forum Umat Kerukunan Beragama (FKUB), Kesbangpol termasuk dari Kementerian Agama.

Tiga aliran yang kini ada di Pekanbaru itu dianggap menyimpang. Yang pertama aliran Saksi Yewuha.

"Ajarannya tidak berat ke Kristen juga tidak berat ke Islam. Contohnya mereka tidak mengakui adanya Natal di 25 Desember, dan juga tidak mengakui Yesus sebagai Tuhan, melainkan Yesus adalah sebagai utusan Tuhan," kata Yopen begitu sapaan akrabnya.

Aliran ke dua adalah, Shensei Bukkyo sebuah aliran dari Jepang. Selanjutnya aliran yang ketigaaliran pengobatan ilmu kehidupan.

"Untuk aliran ilmu kehidupan yang sebenarnya ini masih dalam bentuk pengobatan, belum aliran kepercayaan. Cuma saat pengobatan itu diajarkan juga, bahwa manusia itu tidak perlu melakukan ibadah seperti membaca Alquran ataupun salat," kata Yopen.

Menurut pemahaman mereka, lanjut Yopen, fitrah manusia sudah Alquran, dan ibadah tersebut sudah ada di dalam diri manusia.

"Ajaran ini yang kita Awasi yang sudah menyimpang dari ajaran-ajaran agama, di Indonesia ada 7 agama yang diakui," katanya.

Tujuan pengawasan ini, katanya, untuk lebih mencegah konflik terjadi di tengah masyarakat.

"Tiga aliran itu sudah ada sudah ada di Pekanbaru, tapi kita tidak bisa menyebutkan tempatnya di mana, . Laporan masyarakat sudah ada. Kita masih mengawasi ketiga aliran itu," tutup Yopen.


(cha/asp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com