Ke Papua, Pemprov Jabar Verifikasi Data Warganya yang Ingin Pulang

Ke Papua, Pemprov Jabar Verifikasi Data Warganya yang Ingin Pulang

Angga Laraspati - detikNews
Jumat, 04 Okt 2019 11:31 WIB
Foto: Pemprov Jabar
Foto: Pemprov Jabar
Jakarta - Pemprov Jawa Barat terus berupaya membantu dan memulangkan warga Jabar terdampak kerusuhan di Wamena, Kabupaten Jaya Wijaya, Provinsi Papua. Oleh karena itu, tim pendahulu dari Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Jabar mengunjungi Papua untuk memastikan warganya dalam kondisi sehat dan aman.

"Kami akan memastikan mereka dalam kondisi sehat dan aman, serta segera memulangkan mereka ke Jawa Barat," ujar Kepala Dinsos Provinsi Jabar Dodo Suhendar, dalam keterangan tertulis, Jumat (4/10/2019).

Sebelumnya, tim pendahulu dari Dinsos Jabar terbang ke Kota Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, Kamis (3/10) pukul 23:35 WIB. Hal ini dilakukan untuk menindaklanjuti permohonan bantuan dari Pengurus Provinsi Papua Forum Komunikasi Masyarakat Tatar Sunda Pangumbaraan terkait pemulangan pengungsi asal Jabar yang terkena dampak kerusuhan Kota Wamena, Kabupaten Jayawijaya.


Usai tiba di Bandara Sentani, tim Dinsos Jabar akan mengunjungi posko pengungsian di BTN Sentani untuk verifikasi data BNBA (by name by address) pengungsi asal Jabar yang ingin dipulangkan.

"Tim pendahulu dari Dinsos berangkat malam pada (3/10/2019) ke Jayapura untuk memastikan kepada pengungsi warga Jabar untuk bisa pulang," ujar Dodo.

Dodo memaparkan, berdasarkan surat Pengurus Provinsi Papua Forum Komunikasi Masyarakat Tatar Sunda Pangumbaraan yang diterima Dinsos Jabar pada Kamis (3/10/2019), terdapat 48 orang warga Jabar yang mengungsi dengan rincian 40 laki-laki, 3 perempuan, dan 5 anak-anak. Namun, informasi lain dari Paguyuban Sunda Papua menyebutkan terdapat sekira 180 orang warga Jabar yang mengungsi di Sentani.

Untuk itu, Dodo akan terus berkoordinasi dengan Kementerian Sosial (Kemensos) untuk memastikan informasi terbaru jumlah warga Jabar yang mengungsi di posko.

"(Dinsos) mencoba koordinasi dengan petugas Kemensos yang sudah berada di sana (Papua) untuk informasi data," kata Dodo.

Sementara terkait teknis pemulangan warga Jabar dari Kota Sentani, lanjut Dodo, tim pendahulu yang terdiri dari empat orang tersebut akan berdiskusi setibanya di posko pengungsian.

"Teknis kepulangan akan dibahas di lokasi dan akan diinformasikan lebih dulu kepada Pak Sekda (Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Jabar)," tutur Dodo.


Berdasarkan kesepakatan hasil rapat internal yang dipimpin Pj Sekretaris Daerah Provinsi Jabar Daud Achmad bersama Dinas Sosial dan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, biaya pemulangan akan diberikan oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Jabar.

Selain tim pendahulu dari Dinsos Jabar, nantinya empat orang gabungan Tim Baznas Provinsi Jabar dan Tim Jabar Quick Response (JQR) pun dijadwalkan akan terbang ke Sentani untuk mengurus pemulangan warga Jabar.

Sebagai inovasi program cepat tanggap Pemdaprov Jabar, JQR mendapat tiga instruksi dari Gubernur Jabar Ridwan Kamil, yakni assessment kedaruratan warga Jabar di lokasi. Selain itu juga diinstruksikan untuk melakukan komunikasi dan pelaporan secara real time mengenai kondisi dan situasi, serta menghimpun aspirasi warga terdampak sebagai bahan gubernur untuk membuat langkah strategis. (akn/mpr)