Videonya Viral, Mahasiswa Unindra Ungkap Pemukulan Diduga oleh Polisi di Demo

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Kamis, 03 Okt 2019 13:39 WIB
Ilustrasi aksi demonstrasi di depan gedung DPR. (Rengga Sancaya/detikcom)


Ghifari mengatakan demo yang ia ikuti merupakan aksi damai. Dia memastikan bahwa dirinya tidak melakukan perusakan fasilitas publik atau tindakan anarkistis lainnya. Ghifari sendiri merupakan tim logistik dalam aksi itu.

"Saya di situ baik. Saya tim logistik. Bantu teman-teman saya yang kesusahan. Bantu-bantu kasih air. Saya bagiin air. Yang pengen pingsan atau dikejar-kejar polisi, kan kecapekan gitu, saya bantu naik motor ke ambulans," imbuhnya.

Selain itu, dia mengatakan pihak polisi dari Polda Metro Jaya sudah mendatangi kediamannya untuk berdamai. Namun dia belum menentukan sikapnya.

"Intinya para polisi itu ngajak damai dan mau menanggung biaya pengobatan saya. Katanya mau ngurus HP dan motor saya. Cuma saya belum bilang iya. Karena saya nanya orang, katanya jangan minta damai, katanya ini masalah bukan duit, ini masalahnya udah pelanggaran HAM," tuturnya.


Ghifari pun mengaku sudah mendapatkan tawaran bantuan hukum dari beberapa pihak. Kendati demikian, dia belum bisa menindaklanjuti tawaran itu lantaran kondisinya masih sakit.

"Orang-orangnya (LBH) udah ada yang ngehubungin. Cuma saya disuruh datang ke kantornya. Sedangkan kondisi saya kayak gini. Belum bisa apa-apa. Maksudnya, belum bisa aktivitas seperti biasa. Ini saya di rumah sakit, lagi nunggu hasil rontgen. Niatnya saya mau visum, cuma kan kalau visum butuh surat pengantar dari polisi untuk ke Rumah Sakitnya. Nah makanya, saya pengen hubungin orang dalem pihak-pihak kepolisian terkait," ungkapnya.

Polda Metro Cek Video Ghifari

Dimintai konfirmasi secara terpisah, polisi menyatakan masih mengecek kebenaran informasi dari video pengakuan Ghifarri yang viral tersebut. Terlepas dari proses itu, polisi meminta Ghifari melapor.

"Kami cek dulu kebenaran videonya," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono.
(rdp/fjp)