Satgas Buat Sumur Bor di Lahan Terbakar untuk Atasi Karhutla

Satgas Buat Sumur Bor di Lahan Terbakar untuk Atasi Karhutla

Raja Adil Siregar - detikNews
Kamis, 03 Okt 2019 13:01 WIB
Satgas Buat Sumur Bor di Lahan Terbakar untuk Atasi Karhutla
Tim bikin sumur bor di lokasi kebakaran hutan (Foto: dok. istimewa)
Palembang - Kebakaran hutan dan lahan di Sumatera Selatan masih terus terjadi. Untuk pencegahan, Satgas Karhutla pun membuat sumur bor untuk pemadaman.

Pembuatan sumur bor disebut menjadi salah satu solusi penanganan karhutla di daerah Ogan Komering Ilir, terutama untuk lahan gambut dan sulit dilpadamkan.

Dandim 0402 Ogan Komering Ilir Letkol Inf Riyandi mengaku sumur bor terbukti dapat digunakan untuk pemadaman api dengan cepat. Selain itu, sumur bor bisa dimanfaatkan masyarakat sekitar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Di lokasi ini (Sepucuk) kami bikin 10 titik sumur bor. Tapi ada juga di Pampangan, Pangkalan Lampan, dan Tulung Selapan ada 14 titik. Ditambah lagi dari tim BRG," kata Riyadi, Kamis (3/10/2019).

Riyandi mengatakan kapasitas air sumur bor dapat 4 liter per detik. Ini artinya dalam waktu satu jam sumur bor dapat mengeluarkan air 16.000 liter di musim kemarau dan setara dengan kemampuan empat mobil damkar berisi 4.000-5.000 liter untuk satu damkar.



"Hitungan kami ini sama dengan damkar, bedanya mobil itu membutuhkan waktu panjang dan tidak bisa jangkau langsung titik karhutla. Kalau sumur bor langsung," kata Dandim.



Mendengar penjelasan Dandim, Bupati Iskandar pun minta semua perusahaan di sekitar berpartisipasi aktif menangani karhutla, terutama yang masih terjadi di daerah lahan gambut.

"Saya minta perusahaan proaktif, termasuk pembuatan sumur bor. Kalau tenaganya kurang, kami bantu cari. Tapi lebih optimal kalau ini dapat melibatkan masyarakat," tambah Bupati.

Baca juga: Negeri Asap


Bupati juga mengajak Satgas Karhutla menangani kawasan rawan karhutla secara maksimal. Salah satunya melakukan kerja sama seluruh instansi.

"Komitmennya masih tetap sama seperti sebelumnya. Pakai pola keroyokan kita utamakan," kata Iskandar.
Halaman 2 dari 2
(ras/rvk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads