Hanura Terdepak dari DPR, Ruangan Inas Ditempati Andre Rosiade Gerindra

Hanura Terdepak dari DPR, Ruangan Inas Ditempati Andre Rosiade Gerindra

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
Kamis, 03 Okt 2019 12:27 WIB
Hanura Terdepak dari DPR, Ruangan Inas Ditempati Andre Rosiade Gerindra
Ruang bekas Fraksi Hanura dipakai anggota Fraksi Gerindra. (Marlinda/detikcom)
Jakarta - Hanura tak lagi memiliki kursi di Senayan setelah tak lolos ke DPR. Ruangan yang tadinya milik anggota Fraksi Hanura kini ditempati oleh Fraksi Gerindra.

Salah satunya adalah ruangan yang tadinya ditempati politikus Hanura, Inas Nasrullah. Sekarang, ruangan nomor 1631 di lantai 16 itu ditempati oleh anggota Fraksi Gerindra, Andre Rosiade.


Saat ini, tulisan Fraksi Partai Hanura juga masih terpampang di salah satu tembok ruangan. Beberapa meja dan kursi peninggalan anggota DPR lama juga masih ada.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hanura Terdepak dari DPR, Ruangannya Kini Ditempati Anggota F-GerindraRuang bekas Fraksi Hanura dipakai anggota Fraksi Gerindra. (Marlinda/detikcom)

Andre kemudian menjelaskan bahwa Fraksi Gerindra telah membagi ruangan-ruangan untuk anggotanya. Fraksi Gerindra sendiri memiliki 3 lantai, yakni lantai 16 dan 21 untuk anggota serta lantai 17 untuk pimpinan fraksi.

"Ada 3 lantai 17 untuk pimpinan, kemudian 16 dan 21. Saya sendiri waktu itu dapat lantai 16, kemudian mengetahui kalau ruangan di pojokan ini kosong, terus mengajukan ke pimpinan dan disetujui," kata Andre saat ditemui di ruangannya di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (2/10/2019).



Andre mengatakan, saat pertama kali mulai bekerja sebagai anggota Dewan, dia hanya mendapatkan beberapa meja, kursi, dan 2 komputer. Karena itu, dia pun harus membawa peralatan lain sendiri seperti komputer.

"Kursi meja, bawa komputer 1 sendiri. Di sini dapat 2. Sisanya nanti kalau mau nambah peralatan saya pakai anggaran sendiri," ujarnya.


Andre sejatinya tak masalah dengan ruangan yang ala kadarnya. Menurut dia, ruangan yang terbatas tak mengganggu kinerjanya.

Namun, karena ada beberapa bagian yang harus diperbaiki, maka mau tidak mau renovasi harus dilakukan. Terutama, kata Andre, adanya tulisan Fraksi Hanura yang masih melekat di ruang kerjanya.

"Nggak ada masalah. Ruangan terbatas kan nggak bisa mengganggu kinerja," kata Andre.

"Nanti mungkin akan ada sedikit perbaikan. Karena kan lihat sendiri ini masih ada yang butuh perbaikan. Masih ada tulisan Fraksi Hanura, jadi harus ganti logo," imbuh dia.


Andre mengatakan DPR sendiri sebenarnya menyediakan anggaran untuk renovasi ruangan. Namun, karena pengajuan anggaran ke DPR yang membutuhkan proses, Andre berniat untuk merogoh koceknya sendiri.

"DPR ada anggaran tapi butuh proses. Kita ajukan baru DPR beri anggaran. Tapi kan karena lama ya, sedangkan saya harus segera bekerja dan beraktivitas. Kasihan staf-staf juga kalau fasilitas kantor masih belum memadai," tuturnya.
Halaman 2 dari 2
(mae/imk)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini