ADVERTISEMENT

Round-Up

Pemuda LA Ditangkap karena Huru Hara, Bukan Bawa Bendera

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 03 Okt 2019 07:51 WIB
Foto: LA saat memegang bendera merah-putih (dok.Istimewa)
Jakarta - Seorang pemuda berinisial LA menjadi perbincangan di lini masa. LA dikabarkan sempat hilang seusai mengikuti demo di depan Gedung DPR yang berakhir ricuh.

Dirangkum detikcom, kabar 'hilangnya' LA ini semula beredar di Twitter. LA dikaitkan dengan foto sosok seorang pelajar yang berlari menghindari tembakan gas air mata sambil membawa bendera Merah-Putih.

Warganet menyebutkan bahwa LA hilang selama 24 jam seusai ikut dalam aksi demo pada Senin 30 September 2019 lalu. Adalah sebuah akun Twitter @kabay4n_ yang pertama mem-posting kabar 'hilangnya' LA ini.

"Twitter, Please Do Your Magic!! Lutfi Alfiandi, sosok yang fotonya jadi iconic ini sudah 24 jam tidak pulang&tak ada kabar. Mohon untuk kawan² smua bisa bantu menyebarkan info ini. Bisa call saya di 081224470719. Nuhun Cc @vampipe @zarazettirazr @opposite6890 @_doncorleone78_," cuit akun @kabay4n_ seperti dilihat detikcom, Rabu (2/10/2019).

Belakangan muncul kabar terbaru bahwa LA sudah ditemukan. Namun LA dikabarkan berada di kantor polisi tepatnya di Polres Jakarta Barat.

"Lutfi Alfiandi.. Anak cerdas & pemberani yg kmr viral membawa bndera, mnjadi incaran emak2 jd mantu mrk. Sjak demo kmr blum pulang.. ALHAMDULILLAH.. Sudah ditmukan. Trnyata ditangkap dgn Tuduhan tdk menghormati Bendera.. Tuduhan yg sungguh Aneh !!#SelamatTinggalRevolusiMental," tulis akun @sang_pnakluk.

LA disebut-sebut ditangkap polisi dengan tuduhan melecehkan bendera Merah-Putih. Kabar ditangkapnya LA ini diamini oleh Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat AKBP Edi Suranta Sitepu.

"Iya betul, iya ada orangnya," kata Edi saat dihubungi detikcom, Rabu (2/10/2019).







Namun Edi membantah jika LA ditangkap karena melecehkan bendera. Edi menegaskan, LA ditangkap karena ikut merusuh dalam aksi 30 September 2019 lalu.

"Bukan karena masalah pelecehan bendera, tetapi karena ikut demo. Dia membuat kerusuhan saat demo, intinya itu," kata Edi.

Edi juga meluruskan informasi soal status LA. Menurutnya, LA sudah lulus sekolah, tetapi pada saat ditangkap mengenakan celana seragam SMA/SMK.

"Dia pada saat ditangkap bukan pelajar, tetapi dia menggunakan celana abu-abu yang digunakan oleh anak STM. Dia baru lulus STM," tutur Edi.

Edi menyebut, LA sudah dua kali ikut dalam aksi demo pada tanggal 23 September dan 30 September. Namun, Edi belum mau memberikan penjelasan lebih lanjut soal apakah aksinya ini dikoordinir atau tidak.

"Nanti, nanti, masih penyelidikan," lanjut dia.

Belum ada penjelasan apakah LA ditahan atau tidak. Polres Jakarta Barat sendiri telah memulangkan sejumlah pelaku terkait aksi rusuh tersebut, terutama yang berstatus pelajar.

Sekadar informasi, Polres Metro Jakarta Barat mengamankan 190 orang terkait aksi rusuh tersebut. Dari 190 orang tersebut, 49 orang di antaranya telah dilimpahkan ke Polres Metro Jakarta Barat.



(mea/mea)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT