Nurdin tiba di rumah duka ZB Palaguna di Jalan Hertasning Raya, Makassar, Rabu (2/10/2019) sekitar pukul 20.05 Wita. Nurdin yang mengenakan kostum putih dan peci hitam langsung duduk di samping jenazah ZB Palaguna bersama kerabat almarhum.
Kapolda Sulsel Irjen Mas Guntur Laupe juga tampak hadir ke rumah duka beberapa saat setelah Nurdin tiba. Nurdin dan Guntur pun tampak meninggalkan rumah duka pada pukul 21.00 Wita.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nurdin pun turut berdukacita atas wafatnya ZB Palaguna. Menurutnya warga Sulsel telah kehilangan seorang sosok panutan.
"Beliau adalah sosok yang sangat tegas, berwibawa, dan memang punya karisma kepemimpinan, itu yang kita kagumi, betul-betul beliau sebagai negarawan, mengayomi dan banyak anak-anak muda itu diangkat oleh beliau," katanya Nurdin saat ditemui di rumah duka.
Nurdin mengungkapkan, jiwa kepemimpinan Palaguna tersebut harus menjadi panutan bagi warga Sulsel.
"Kita menjadi pelanjut beliau dan saya kira memang menjadi pemimpin memang harus punya integritas, itu yang dimiliki oleh beliau. Yang kedua beliau lahir dari jiwa tentara, TNI yang sangat disiplin, itu yang sangat kita kagumi dari beliau," paparnya.
Nurdin lalu mengenang salah satu pesan Palaguna kepadanya. Palaguna berpesan kepadanya untuk menjaga amanah dengan bekerja yang benar.
"Kerja dengan benar jaga integritas, menjadi pemimpin itu harus punya karisma, dan karisma itu tidak datang begitu saja. Saya termasuk pengagum beliau," tuturnya.
Baca juga: Mega: Tobat itu Setiap Detik |
Nurdin rencananya akan memimpin pelepasan jenazah Almarhum Palaguna untuk dimakamkan di kampung halamannya.
"Kita contoh harusnya beliau masuk (dimakamkan) di Taman Makam Pahlawan, tapi beliau lebih memilih pulang (dimakamkan) di kampung halaman berdekatan dengan orangtua beliau," ucapnya.
Diketahui, Almarhum ZB Palaguna menghembuskan nafas terakhirnya Rabu (2/10) pukul 16.15 Wita. Almarhum merupakan Gubernur Sulsel yang menjabat sejak 19 Januari 1993 sampai 19 Januari 2003. Almarhum merupakan putra Sulsel yang dilahirkan di kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan pada 9 Maret 1939.
Halaman 2 dari 2











































