"Oh itu gara-gara bola, sepakbola," kata Kasatreskrim Polres Palopo AKP Ardy Yusuf, Rabu (2/10/2019) malam.
Ardy menjelaskan insiden itu berawal ketika siswa dari kedua pihak sekolah di atas terlibat pertandingan sepakbola di Lapangan Lagaligo Palopo, Selasa (1/10). Pertandingan kemudian berlanjut ke babak adu penalti dan dimenangi siswa MTs. Namun siswa SMP diduga tidak menerima kekalahan tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penyerangan ini, sebut Ardy, tidak hanya berimbas ke gedung sekolah. Salah satu orang tua siswa yang sedang menjemput anaknya juga terkena batu.
"Salah seorang orang tua siswa terkena batu di kepala dan luka dengan 5 jahitan," ujar dia.
Namun kasus ini tidak berlanjut ke proses hukum. Ardy mengatakan kasus ini berakhir damai setelah para orang tua siswa pelaku penyerangan bersedia mengganti rugi kerusakan gedung MTs yang diserang.
"Ganti rugi orang tuanya," pungkas Ardy.
Halaman 2 dari 1











































