detikNews
Rabu 02 Oktober 2019, 13:46 WIB

Pujian dan Sindiran Massa Buruh ke Ketua DPR Puan Maharani

Jefrie Nandy Satria - detikNews
Pujian dan Sindiran Massa Buruh ke Ketua DPR Puan Maharani Foto: Amir Mahfudz dari Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (Jefrie/detikcom)
Jakarta - Ada sejumlah tuntutan yang disampaikan massa buruh dalam aksi demonstrasi di dekat gedung DPR hari ini. Salah satu yang juga disuarakan, massa buruh mengaku meragukan kompetensi Puan Maharani sebagai Ketua DPR periode 2019-2024.

"Ibu Puan memberikan pidato politik pertama sebagai ketua terpilih. Itu luar biasa dari statement politik pertama dan ke depan. Tapi kita juga mengikuti perkembangan dari netizen atau masyarakat, ibu Puan ini kompetensinya masih diragukan," kata Amir Mahfudz dari Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Kabupaten Kota Bekasi di jalan depan Restoran Pulau Dua, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Rabu (2/10/2019).

"Kita lihat pidato politik pertama beliau itu dalam bentuk teks, bukan dalam bentuk isi pidato, nggak dari hati. Kita khawatir nggak sinkron antara apa yang ada di hati dengan isi teks yang revolusioner tersebut," sambungnya.


Amir mengatakan, dirinya juga meragukan Puan akan berpihak terhadap kaum buruh.

"Sebagai Menko PMK beliau setuju dengan kenaikan iuran BPJS. Sedangkan hari ini saya atau kami, salah satu tuntutannya itu menolak kenaikan iuran BPJS. Sekarang beliau jadi Ketua DPR RI, yang saya khawatirkan tidak sesuai dengan sudut pandang DPR RI dalam mendesain oleh Ibu Puan Maharani," ujarnya.

Pujian dan Sindiran Massa Buruh ke Ketua DPR Puan MaharaniFoto: Amir Mahfudz dari Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (Jefrie/detikcom)

Meski demikian, lanjut Amir, buruh akan menyoroti kinerja Puan sebagai ketua DPR. Dia berharap DPR nantinya benar-benar mengayomi kepentingan rakyat, termasuk kaum buruh.


"Kita tahu, rame lah, kita sebagai masyarakat bersosial juga mengikuti perkembangan sosial. Jadi Bu Puan dapat rezeki jadi Ketua DPR RI karena politik dinasti. Jadi itu salah satu alasan kenapa Bu Puan terpilih jadi Ketua DPR RI, di situ kan PDI Perjuangan kursi terbanyak tetapi selain Bu Puan ada lagi yang kompetensi," ucapnya.

Dia berpesan agar Puan tidak hanya beretorika. Masyarakat menurutnya akan melihat bagaimana sepak terjang Puan di 100 hari pertama kerja, apakah sesuai dengan harapan rakyat.


"Di pidato beliau kan DPR akan menjadi rumah rakyat. Tapi kalau begini saja (aksi) kita sudah dihalangi, kita takut itu hanya retorika. Jangan kebanyakan retorika. Udah muak dengan retorika. Sekarang kerja nyata aja yang di mana dalam hal DPR itu bukan hanya milik sekelompok orang atau kepentingan pribadi tetapi sesuai sumpah janji yang dibacakan kemarin di pelantikan," ujar Amir.

"Kita tak ingin DPR hari ini dipimpin Bu Puan adalah atas dasar kepentingan pribadi, kepentingan seseorang atau hanya satu golongan. Kalau bagi kita golongan investor atau pengusaha, nggak boleh. DPR itu harus melihat semua golongan atau semua masukan dari rakyat untuk nantinya mengambil kesimpulan terbentuknya suatu peraturan perundang-undangan di mana DPR sebagai badan legislatif," sambungnya.


Simak Video "290 Anggota DPR Bolos Rapat Paripurna, Ini Kata Puan"

[Gambas:Video 20detik]


(hri/tor)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com