detikNews
2019/10/02 09:34:21 WIB

Dandhy Laksono Merasa Karakternya Dibunuh karena Stigma Provokator

Ibad Durohman, Deden Gunawan - detikNews
Halaman 1 dari 3
Dandhy Laksono Merasa Karakternya Dibunuh karena Stigma Provokator Dandhy Laksono/Foto: dok. ist
Jakarta - Pendiri WatchdoC yang juga sutradara film dokumenter Sexy Killers Dandhy Dwi Laksono jadi tersangka karena cuitannya soal kerusuhan di Jayapura dan Wamena, Papua. Tweet ini dianggap mengandung provokasi. Dandhy merasa karakternya dibunuh karena stigma provokator itu seperti menempel di jidatnya.

Sebagaimana diketahui, Dandhy ditangkap oleh polisi pada hari Kamis (26/9) pukul 23.00 WIB di kediamannya. Dandhy bercerita, saat itu dirinya sedang makan sekitar pukul 22.30 WIB. Belum sampai tandas makanannya, dia mendengar orang yang mengetuk pintu.

"Jadi saya baru pulang dari kantor WatchdoC kira-kira jam 22.30 WIB. Dan sampai di rumah jam 23 kurang. Terus ya, seperti biasa saya laper dan makan. Nah ketika makan baru 1/4 lah kira-kira terus gerbang depan sudah ada yang mengetuk keras. tadinya aku pikir itu tetangga karena ya, tetangga tahu saya biasa pulang jam 01 atau 02 itu biasa. Saya pikir oh itu tetangga. Nah terus yang kedua kok makin keras (ketukannya), nah terus istri saya jadi bangun dan kemudian teriak 'woy itu buka lah pintunya'," kata Dandhy saat berbincang dengan detikcom pada Senin (30/9/2019).

Dandhy melihat beberapa pria berdiri di depan pagar rumahnya. Dia lantas meminta istrinya untuk siap merekam. Sebab, dia belum tahu apa yang akan dihadapinya. "Begitu pintu pertama saya buka terlihat beberapa pria berdiri di depan pagar. Terus ada mobil Fortuner hitam terparkir. Saya sudah bisa menyimpulkan bahwa ada masalah. Karena malam-malam ada beberapa orang di depan rumah, sudah pasti ada sesuatu. Saya kemudian meminta istri saya untuk menyiapkan HP untuk merekam (video). Saya bilang 'siap-siap merekam' kata saya. Karena saya belum tahu apa yang akan kami hadapi," tutur Dandhy.

Dandhy mengatakan, saat itu beberapa pria tersebut memperkenalkan diri sebagai polisi dari Cyber Crime Polda Metro Jaya. Mereka lantas menunjukkan tweet Dandhy yang dikicaukan lewat akun @Dandhy_Laksono.

"Waktu itu Pak polisi memperkenalkan diri, dari Cyber Crime Polda Metro. Kemudian saya ajak masuk dan polisi tersebut langsung bertanya, 'Apa betul ini tweet bapak?' Saya cek, 'iya betul' kata saya. Terus dia tanya lagi 'di tweet dari mana ini?' saya bilang harus cek lagi karena saya tidak ingat apakah dari HP atau laptop karena saya biasanya ngetweet dari dua alat itu," ujarnya.

Dandhy kemudian mempertanyakan proses penangkapannya. Pasalnya, dia belum pernah dimintai keterangan sekali pun. Polisi justru langsung menyodorkan surat penangkapan atas nama Dandhy.


Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com