detikNews
Rabu 02 Oktober 2019, 11:25 WIB

Pernah Dihempas Tsunami, Desa Ini Bangun Sekolah Lagi Pakai Dana Desa

Alfi Kholisdinuka - detikNews
Pernah Dihempas Tsunami, Desa Ini Bangun Sekolah Lagi Pakai Dana Desa Foto: Alfi Kholisdinuka
Jakarta -

Tak ada kata lelah dalam membangun sebuah desa. Bergerak bersama dan bahu-membahu menjadi salah satu prinsip yang selalu di pegang oleh setiap warga di Desa Blang Krueng, Kecamatan Baitussalam, Kabupaten Aceh Besar.

Meski pernah diterjang bencana tsunami 15 tahun lalu, hingga meluluh lantakkan bangunan tempat tinggal dan berbagai infrastruktur lainnya. Desa Blang Krueng mampu bangkit menata kemandirian.

Salah satu wujud nyatanya yakni dengan membangun Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) yang menjadi pusat penanaman karakter anak . Ini menjadi salah satu harapan dan impian terbesar warga setempat pascatsunami. Mengingat, saat itu tidak ada satu pun bangunan pendidikan yang tersisa.

Dewan Pengawas BUMG Blang Krueng Teuku Badlisyah menuturkan Blang Krueng sendiri merupakan salah satu desa dari 604 desa di Aceh Besar yang terletak di kawasan pesisir pantai. Desa ini menjadi tempat basis Gerakan Aceh Merdeka (GAM) semasa konflik dulu yang dihuni oleh sekitar 2400 jiwa penduduk.

"Pascatsunami hingga tahun 2014 Blang Krueng tidak memiliki satu pun sekolah dasar. Akibatnya, anak-anak usia sekolah harus berjalan jauh ke gampong (desa) tetangga untuk mendapatkan kursi pendidikan," ujar Badli saat ditemui detikcom, Kamis (19/9/2019).

Terlebih sebagian besar warganya yang masih belum berdaya secara ekonomi membuat para orang tua kesulitan untuk membiayai anak-anak mereka. Sehingga banyak sekolah lain yang memprioritaskan siswa setempat yang mampu dalam ekonomi.

"Akhirnya, saat itu perangkat desa memutuskan untuk berembuk mengajak warganya. Hingga tercapailah suatu kesadaran bersama untuk membangun sekolah sendiri untuk anak-anak mereka," ungkapnya.

Di tempat yang menjadi latihan perang basis GAM waktu masa konflik inilah, berdiri sebuah fasilitas ruang serba guna yang ditinggalkan oleh organisasi non pemerintah (NGO) pasca tsunami.

Di tempat itu perangkat desa dan warga mulai memanfaatkan aula tersebut menjadi pusat penanaman karakter anak bernama SD IT Hafizul Ilmi.

"Dengan semangat implementasi UU Desa No 6 tahun 2014. Alhamdulillah salah satu gebrakan Desa Blang Krueng dengan adanya dana desa berupa pembangunan sekolah milik gampong (desa) itu terwujud," tuturnya.

Pascatsunami, Dana Desa Ubah Lahan Perang GAM Jadi Sekolah DasarFoto: Alfi Kholisdinuka


Kepala Sekolah SD IT Hafizul Ilmi Artati mengungkapkan inisiatif bersama masyarakat yang di bantu dengan dana desa yang di alokasikan saat itu, membuat harapan besar setiap warga memiliki ruang belajar bagi anak-anaknya kini terwujud.Pada tahun 2014 sebuah sekolah dasar islam terpadu pun akhirnya berdiri. Awalnya hanya menyekat bangunan serba guna menjadi dua kelas dan ditambah dengan bangunan baru di sebelahnya. Pada 2015 sekolah itu pun mulai diresmikan dan dipakai untuk kegiatan belajar.

"Harapan itu sebenarnya sudah sejak lama diniatkan, agar anak-anak di gampong Blang Krueng bisa mengecap pendidikan sampai ke perguruan tinggi. Itu pun harus diawali dari sekolah dasar ini, dan alhamdulillah harapan itu baru terwujud pada tahun 2015 lalu," katanya.

Artati menyebutkan hingga kini ada sekitar 25 guru yang menjadi tenaga mengajar dan 185 murid di sekolah. Selain membuka ruang belajar bagi putra dan putri daerah Blang Krueng. Sekolah ini juga membuka lapangan kerja bagi para sarjana Blang Krueng untuk mengabdikan dirinya dalam membentuk generasi penerus bangsa.

"Semoga harapan ke depan sekolah ini bisa jadi pilar project atau desa percontohan di Aceh untuk mengembangkan pendidikan di desanya, agar masyarakat gampong itu berkembang dan maju serta sadar akan pentingnya pendidikan," jelasnya.

Berdasarkan data dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat Gampong (DMPG) Kabupaten Aceh Besar, pada tahun 2018 Gampong Blang Krueng menerima dana desa sebesar Rp 662.782.000, pada tahun 2019 meningkat hingga Rp 740.412.000. Total ada sekitar Rp 581.291.635 dana desa dari tahun 2015-2018 yang digunakan membangun belajar dan rehabilitasi fasilitas sekolah dasar ini.

Sementara gaji tenaga pengajarnya bersumber dari pendapatan asli desa dan biaya pendidikan murid. Selain di fokuskan kepada pendidikan, dana desa di Blang Krueng juga digunakan untuk peningkatan sarana lainnya yang dapat meningkatkan perekonomian warga. Terkhusus dalam mengakomodir sejumlah badan usaha milik gampong.

Untuk mengetahui informasi lainnya dari Kemendes PDTT, klik di sini.




(mul/ega)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com