Buruh Minta Diizinkan ke Depan DPR: Aksi Kami Bukan Kaleng-kaleng

Buruh Minta Diizinkan ke Depan DPR: Aksi Kami Bukan Kaleng-kaleng

Rahel Narda Chaterine - detikNews
Rabu, 02 Okt 2019 10:47 WIB
Foto: Demo massa buruh di kawasan gedung DPR. (Rahel-detikcom)
Foto: Demo massa buruh di kawasan gedung DPR. (Rahel-detikcom)
Jakarta - Massa buruh dari Federasi Serikat Metal Pekerja Indonesia (FSPMI) menggelar aksi di dekat gedung DPR, Jalan Gatot Subroto, Jakarta. Massa meminta agar diizinkan ke depan gerbang DPR.

Pantauan detikcom, massa tiba di Jalan Gatot Subroto, Jakarta, setelah Jembatan Ladokgi, pukul 10.00 WIB, Rabu (2/10/2019). Massa membawa spanduk, bendera dan dua mobil komando dalam aksi itu.


Massa meminta agar diizinkan ke depan gerbang DPR. Sebab, di depan Restoran Pulau Dua masih ada pembatas jalan dan kawat berduri. Polisi bersiaga di belakang kawat berduri itu.

"Aksi massa kami bukan kaleng-kaleng. Jadi percaya lah aksi kami sudah sejak 2 bulan sebelumnya, tidak ada hubungannya dengan aksi-aksi terakhir. Jadi kalau diperlakukan seperti aksi-aksi terakhir kami kecewa. Kami kecewa. Jangan kan di sini, orang kadang-kadang kami depan DPR RI aja tidak mau menemui, apalagi di sini. Begitu bapak polisi untuk dimengerti," ujar orator di mobil komando.

Buruh Minta Diizinkan ke Depan DPR: Aksi Kami Bukan Kaleng-kalengFoto: Demo massa buruh di kawasan gedung DPR. (Rahel-detikcom)

Sekjen FSPMI Riden Hatam Aziz mengatakan ada tiga tuntutan mereka dalam aksi hari ini. Yakni menolak kenaikan iuran BPJS Kesehatan, menolak revisi UU Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, dan menagih janji Presiden Jokowi untuk merevisi PP Nomor 78 tahun 2015 tentang Sistem Pengupahan yang dijanjikan Jokowi di Istana Bogor saat Mayday 2019 lalu.

"Tapi nyatanya Mei, Juni, Juli, Agustus sampai sekarang sudah Oktober, itu belum ada realisasinya. Maka ya sebagai pejabat negara, sebagai pemimpin pemerintah, kami meminta kepada Presiden Joko Widodo, manusia itu kan yang dipegang omongannya apalagi seorang pemimpin. Maka kami minta revisi, bahkan bila perlu dicabut PP nomor 78," kata Riden Hatam Aziz kepada wartawan.


Simak Video "Ada Demo Buruh, Lalu Lintas Arah Semanggi Menuju Slipi Dialihkan"

[Gambas:Video 20detik]

Halaman

(idh/fdn)